Language:
Indonesia

Pernah Gagal, Nintendo Jadi Alergi dengan Virtual Reality!

By Aditia On Sep 12, 2017

Kehadiran Virtual Reality dan Augmented Reality membawa pengaruh yang besar dalam industri teknologi, termasuk video game. Dengan adanya kedua teknologi ini, para gamer dapat merasakan dunia game dengan lebih nyata. Penggabungan realita dengan dunia digital memberikan sensasi luar biasa bagi penggunanya. Tak hanya game, keduanya juga memiliki prospek yang menguntungkan di bidang edukasi, pekerjaan, hingga komunikasi.

Berbicara tentang teknologi realita, seperti VR dalam bidang video game, beberapa developer saling berlomba-lomba untuk menciptakan sensasi permainan bagi para gamers. Setiap game yang digarap selalu didukung dengan fitur VR. Namun, keberadaan teknologi ini justru ditanggapi berbeda oleh pihak Nintendo. Kembali ke 2015, Executive Nintendo, Reggie Fils-Aime pernah mengatakan bahwa teknologi VR dapat menjadi ketertarikan bagi pemain jika konsol garapan mereka sangat populer. Namun, kali ini Fils-Aime mengungkapkan hal yang sedikit berbeda, dimana VR dianggap memiliki masalah dalam membuat para pemainnya tidak merasakan keseruan dalam bermain game. Pernyataan in diungkapkan dalam acara Variety's Entertainment & Technology Summit.

Seperti yang dikutip dari GameSpot, dia mengatakan bahwa Nintendo tidak memiliki rencana untuk memasukkan fitur VR dalam konsolnya. Padahal beberapa waktu sebelumnya, pernah ditemukan bahwa Nintendo pernah melakukan sesuatu yang terkait dengan VR. Sebagian besar pemain percaya bahwa Nintendo bisa menjadi eksperimen terbaik dengan teknologi tersebut. (Baca juga: Real Madrid Hampir Sempurna, Inilah Kumpulan Rating Klub di FIFA 18)

"Apa yang kami percaya adalah bahwa, agar teknologi dapat maju, kamu perlu untuk membuatnya seru dan membuatnya untuk bersosialisasi."ujar Fils-Aime.

Jika melihat ke masa lalu, Nintendo pernah menggarap konsol VR yang dijuluki Virtual Boy di tahun 1990-an. Konsolnya dianggap tidak laris dan kurang menarik perhatian pemainnya. Sejak saat itulah Nintendo terkesan jadi alergi terhadap fitur VR.

Bisa dibilang bahwa konsep Nintendo memang sangat unik dibandingkan pesaing-pesaing konsol lainnya. Bahkan, mereka juga membuat konsol handheld seperti 3DS, dimana para gamer bisa melihat efek 3D di layar tanpa menggunakan kacamata 3D.

Dalam summit tersebut, Fils-Aime memaparkan bahwa home console masih layak digunakan oleh pemainnya. Beberapa orang ada yang mengkritik tentang home console, bahwa nantinya jenis konsol tersebut akan digeser oleh perkembangan game mobile dan social gaming. Dia juga mengungkapkan bahwa kehadiran The Legend of Zelda: Breath of the Wild merupakan salah satu game sukses yang menunjukkan bahwa masih ada ketertarikan pemain untum memiliki konsol game. (Baca juga: Ngaku Fans Berat One Piece? Mainin Dulu 5 Game One Piece Terbaik Ini)

SIMAK BERITA SEPUTAR GAME LAINNYA DI GAMEHUBS.COM

 

(Christa Adventa)

Tags / Keywords:
Aditia
Tentang Penulis
Work Smart Play Hard
Comments
Subscribe to Edge today
We need a new party member