Language:
Indonesia

Keren, Studio Developer Asal Indonesia Ini Bakal Bikin Game MOBA!

By Christa Adventa On Nov 8, 2018

Image credit: Gamebrott
Image credit: Gamebrott

Industri game di Indonesia semakin berkembang dengan baik. Beberapa developer maupun penerbit game tanah air mulai menyebarluaskan game-game lokal ke kancah internasional. Seperti yang dilakukan oleh Anantarupa Studio.

Studio ini merupakan developer game AR dan VR Indonesia, yang berbasis di Jakarta sejak 2011. Selama 7 tahun, Anantarupa telah memproduksi banyak judul game custom dan aplikasi untuk klien seperti Mayora, Indofood, BCA, Samsung, Suzuki, hingga Asian Games 2018.

Melanjutkan kesuksesannya, mereka kini berambisi untuk menciptakan sebuah game e-sports baru. Melihat kepopuleran e-sports di kancah internasional, Anantarupa Studio berencana merancang game bergenre MOBA berjudul Lokapala: Saga of the Six Realms. Sampai sekarang, genre tersebut masih diminati oleh banyak pemain di dunia. Tujuan pembuatan game MOBA ini adalah menjadi developer game pertama di Asia Tenggara, yang mampu mengembangkan game e-sports dengan kearifan lokal.

“Alasan kami mengembangkan game bergenre MOBA adalah karena kami ingin supaya Indonesia bukan hanya menjadi target market dari game buatan luar negeri, tetapi mampu mengembangkan game yang mampu menembus pasar internasional dan sekaligus mengenalkan budaya Indonesia," kata Diana Paskarina, selaku Co-Founder dan COO Anantarupa.

"Dari data yang kami kumpulkan, 67% e-sports game bergenre MOBA masih memiliki demand yang tinggi, sementara CAGR berkembang lebih dari 28% per-tahun. Indonesia sendiri, market-nya berkembang lebih dari 37% per-tahun, sehingga peluang untuk mendapatkan market baru sangat besar,” pungkasnya.

Dalam pengembangan Lokapala: Saga of the Six Realms, Anantarupa bekerja sama dengan developer game asal Korea. Developer game tersebut sudah mempunyai pengalaman lebih dari 20 tahun dalam mengembangkan game online.

“Untuk bisa bersaing dengan international-level game-developer, kami melakukan transfer teknologi dan knowledge dari tim developer Korea yang sudah sangat berpengalaman. Untuk membuat game serupa di China, dana yang diperlukan minimal adalah mulai dari USD $8 juta." Lanjut Diana.

Anantarupa telah berpengalaman selama 7 tahun dalam pengembangan game berbasis teknologi AR dan VR. Mereka sempat menggarap game AR guna mempromosikan produk seperti Choki-Choki, dengan kampanye digital Boboiboy pada 2016 lalu. Selain Boboiboy, Anantarupa pernah merancang game berjudul Petualangan Nabati Doraemon pada 2018 ini, untuk mengampanyekan produk Nabati. Bahkan, salah satu game AR buatan mereka, Oriinokards, sempat menjadi top 10 toys di UK Toys Fair 2016. 

Selain AR, VR Museum yang mereka kembangkan di tahun 2014 sempat diliput National Geographic Indonesia. VR Tourism Platform yang disajikan di acara internasional, yaitu World Expo Milano 2015, menjadikan Pavilion Indonesia masuk sebagai “TopTen Pavilion” di Milan. Anantarupa juga terpilih sebagai partner resmi dalam mengembangkan Official Game Asian Games 2018, dimana Indonesia menjadi tuan rumahnya.

 

 

Christa Adventa
Tentang Penulis
A nerdy alien who is having an interest in indie games, retro games, Nintendo, and cute stuffs. I will try to play horror games someday. Yay!
Comments
We need a new party member