Language:
Indonesia

Nobuo Uematsu: Komposer Terhormat dari Industri Video Game!

By Christa Adventa On May 16, 2018

Image credit: Gematsu
Image credit: Gematsu

Kalau kamu adalah penggemar berat game-game Square Enix atau seri Final Fantasy, tentu tidak asing mendengar nama Nobuo Uematsu. Sosoknya selalu dikenal sebagai komposer berpengalaman, yang menggubah beberapa musik untuk game-game Final Fantasy. Selain Final Fantasy, dia juga pernah menggarap lagu untuk game lainnya seperti Lost Odyssey, Super Smash Bros. Brawl, Lord of Vermilion, Blue Dragon, Romancing SaGa Series, Away: Shuffle Dragon, Chrono Trigger, hingga Granblue Fantasy.

Selayang Pandang tentang Nobuo Uematsu

Image credit: Final Fantasy Union
Image credit: Final Fantasy Union

Nobuo Uematsu lahir di prefektur Kochi pada 21 Maret 1959. Ketika beranjak di usia muda, Nobuo mulai menunjukkan ketertarikannya pada musik. Di usianya yang ke-12 tahun, dia mulai bermain piano, meskipun tidak ada yang mengajarinya. Kecintaannya untuk bermain piano terinspirasi dari Elton John. Sejak dulu, Nobuo sangat menggemari sosok Elton John, yang mendorongnya untuk belajar piano secara otodidak.

Seusai lulus SMA, Nobuo melanjutkan pendidikannya di Universitas Kanagawa. Meskipun dia sangat gemar musik, Nobuo tidak mengambil jurusan musik. Komposer yang biasa menggubah lagu-lagu untuk beberapa game JRPG ini langsung berpindah haluan. Dia sempat bergabung dengan berbagai band amatir sebagai pemain keyboard.

Akan tetapi, Nobuo menyadari bahwa dia ingin menjadi komposer ketimbang memainkan piano. Dia mulai mencari jati dirinya sebagai penulis lagu, dan membuatnya lebih nyaman dengan profesi tersebut. Nobuo sangat terobsesi menjadi penulis lagu, sampai mencoba mengirimkan hasil karyanya ke berbagai perusahaan dan stasiun radio di Jepang. Alhasil, percobaan pertamanya berhasil. Dia langsung bekerja sebagai pembuat musik untuk Radio CM.

Sejarah Awal Dimulai

Image credit: Gamerant
Image credit: Gamerant

Pada 1985, Nobuo sempat ditawari pekerjaan oleh temannya di Squaresoft. Temannya meminta Nobuo untuk membuat beberapa soundtrack game JRPG di perusahaan yang kini berubah nama menjadi Square Enix. Alhasil, dia menerima tawaran tersebut. Kesuksesannya di Squaresoft, membuat Nobuo menjalin koneksi dengan banyak komposer seperti Hironobu Sakaguchi salah satunya. Sejak saat itulah, dia sering menggubah banyak lagu untuk Final Fantasy.

Di tahun 1987, Squaresoft sempat mencapai kejayaannya. Hal ini membuat nama Nobuo naik daun di kalangan pemain JRPG. Mereka sangat menghargai dan memberikan rasa hormat terhadap komposisi musiknya yang indah di Final Fantasy. Kesuksesan Nobuo mengakibatkan sosoknya dipertahankan sebagai Music Director oleh Squaresoft. Dia juga telah menggubah lagu-lagu dari seri pertama Final Fantasy hingga ke-14, dan bekerja sama dengan komposer lainnya.

Selama pengerjaan musik untuk beberapa game Final Fantasy, Nobuo tidak sendirian. Dia sempat bekerja sama dengan beberapa komposer ternama seperti Masashi Hamauzu dan Junya Nakano untuk Final Fantasy X. Di Final Fantasy VII: Advent Children, Nobuo menggarap musik bersama Keiji Kawamori, Kenichiro Fukui, dan Tsuyoshi Sekito. Selain itu, dia juga menggubah musik untuk Final fantasy XI bersama Naoshi Mizuta dan Kumi Tanioka.

Beragam musik Final Fantasy karya Nobuo masih terus abadi sampai sekarang. Biasanya, dia menggunakan genre orkestra klasik untuk setiap musiknya. Selain menggubah instrumental, Nobuo juga menggarap musik yang disertai dengan nyanyian. Salah satunya yang terkenal dan abadi adalah “Eyes on Me” dari Final Fantasy VIII. Saking populernya, lagu ini berhasil memperoleh penghargaan dalam Annual Japan Disc Award tahun 1999 sebagai “Song of the Year”. Selain “Eyes on Me”, ada juga “Kiss Me Good-Bye” dari Final Fantasy XII yang dinyanyikan oleh Angela Aki.

Tetap Berkarya untuk Game Lainnya

Image credit: Codepen
Image credit: Codepen

Kesuksesannya menggubah musik untuk seri Final Fantasy, membuat Nobuo terpanggil untuk menggarap musik-musik game JRPG lainnya. Dia pernah terlibat sebagai komposer untuk Lost Odyssey, salah satu JRPG yang rilis di XBOX 360. Di game ini, Hubbers akan menemukan irama khas Final Fantasy yang terdengar jelas.

Tidak lupa, Nobuo bahkan menggubah musik untuk game-game Square Enix lainnya. Sebut saja seperti Romancing SaGa, Front Mission: Gun Hazard, Lord of Vermilion, Chrono Trigger, hingga Lord of Arcana. Setiap game tentunya memiliki konsep berbeda, termasuk jenis musiknya. Hal ini membuat Nobuo bereksperimen menggubah lagu dengan sentuhan genre yang berbeda. Di samping menggunakan aransemen bergaya klasik orkestra, dia juga mencoba menggabungkannya dengan sentuhan rock, new age, jazz, techno, hingga ethnic.

Keluar dari Square Enix

Image credit: AKibaGamers
Image credit: AKibaGamers

Pada 2004, Nobuo terpaksa mengakhiri kariernya di Square Enix dengan alasan yang sederhana. Dia justru tidak menyukai lokasi kantor Square Enix, yang pindah dari Meguro ke Shinjuku. Meskipun mengundurkan diri, bukan berarti hubungan Nobuo menjadi buruk. Seusai keluar, rupanya dia masih membantu Square Enix dalam mengaransemen lagu untuk beberapa judul game-nya. Bahkan Nobuo turut terlibat untuk menggubah lagu di Final Fantasy VII: Advent Children.

Nobuo pun memutuskan untuk mendirikan perusahaan sendiri bertajuk Smile Please dan Dog Ear Records. Kini, keduanya bebas digunakan oleh perusahaan game lain. Di Smile Please, dia tidak sendirian, melainkan bersama Hironobu Sakaguchi. Dalam studio Mist Walker, yang berada di bawah naungan perusahaan Smile Please, Nobuo bersama teman-temannya membuat score untuk beragam game besar di seluruh dunia, termasuk Squaresoft.

 

 

Christa Adventa
Tentang Penulis
A nerdy alien who is having an interest in indie games, retro games, Nintendo, and cute stuffs. I will try to play horror games someday. Yay!
Comments
We need a new party member