Language:
Indonesia

Unjuk Gigi di Steam, Ini 5 Game Developer Asli Indonesia yang Membanggakan!

By Aditia On Aug 31, 2017

Image credit: Dreadout Game
Image credit: Dreadout Game

Untuk menciptakan suatu game memang tidaklah mudah. Perlu perjuangan keras untuk membuatnya. Mulai dari konsep permainan yang hendak dibuat, karakter yang dimunculkan, ilustrasi latar tempat, cerita yang mendalam, hingga program agar permainan tersebut berjalan lancar. Inilah yang dirasakan oleh para developer game. Dengan kerja keras dan kerja sama tim yang sehat, tentu akan menghasilkan game yang sempurna, seperti yang diharapkan oleh para pemainnya.

Tak ingin kalah dengan developer-developer ternama yang secara ekonomi sudah terbilang makmur, developer game lokal pun unjuk kebolehannya untuk menciptakan game yang bisa dimainkan di seluruh negara. Beberapa di antaranya pun telah melebarkan sayapnya ke situs game internasional seperti Steam. Penasaran dengan developer lokal mana yang telah berhasil menerbitkan game-nya di Steam? Simak ulasannya berikut ini:

GameChanger Studio

Image credit: GameChanger
Image credit: GameChanger

Studio game yang berasal dari Tangerang ini ternyata dibentuk oleh seorang dosen dari Universitas Multimedia Nusantara, Dodick Zulaimi Sudirman, Riris Marpaung, serta diikuti oleh lima mahasiswanya. Studio yang masih menggunakan nama Gambreng Games ini akhirnya mencetuskan dua nama developer baru, yaitu Gundu Productions dan GameChanger Studio.

Berdiri pada Juni 2013, GameChanger awalnya berfokus pada game mobile. Kini, mereka melebarkan sayapnya hingga merilis game untuk konsol PC. Ada dua game yang sudah dijual di Steam, yaitu NSFW ~ Not a Simulator For Working dan Ascender. (Baca juga: Hadirkan Level Tersulit, Game Ini Tantang Para Pemain)

Ekuator Games

Image credit: Ekuatorgames.com
Image credit: Ekuatorgames.com

Developer lokal asal Bandung ini juga terbilang sukses menjual game ciptaannya yang berjudul Celestian Tales. Ekuator Games merupakan salah satu developer lokal yang dibentuk pada 2013 dan berfokus pada penyampaian cerita melalui game yang diproduksi.

Setelah penantian dan proses produksi yang panjang, produser game Celestian Tales, Cipto Adiguno dan timnya berniat mengampanyekan game ini ke situs Kickstarter. Hasil yang diraih pun sesuai harapan dengan memiliki jumlah pendukung hingga melewati batas target yang ditentukan. Sampai sejauh ini, Ekuator Games baru membuat dua game Celestian Tales di Steam beserta DLC, yaitu Celestian Tales: Realms Beyond dan Celestian Tales: Old North.

Vifth Floor

Image credit: Vifth Floor
Image credit: Vifth Floor

Developer game lokal satu ini bermula dari kebiasaan nongkrong mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia. Pada 2015, Rudy Rachman Indrawanto, selaku pendiri Vifth Floor, bersama timnya menciptakan game visual novel berjudul VOID.

Menurut Rudy, VOID kurang memiliki prospek yang tinggi di kalangan pemainnya. Sehingga, pada 2016, dia dan timnya bekerja sama untuk menggarap game visual novel unik yang berhasil dirilis di Steam, yaitu Just Deserts.

Digital Happiness

Image credit: Dreadout by Digital Happiness
Image credit: Dreadout by Digital Happiness

Studio game yang satu ini sudah terbilang sangat sukses dalam menghasilkan game di kancah internasional. Digital Happiness merupakan studio game yang bermarkas di Bandung Utara dan didirikan pada pertengahan 2013. Hasil game yang telah diproduksinya saja sudah mencapai lebih dari target, di mana pemain yang mengunduhnya mencapai jutaan.

Selain itu, Digital Happiness juga telah memborong penghargaan sebagai game indie terbaik pada 2014, serta dijuluki sebagai game terseram di tahun 2014. Penasaran game apa yang dimaksud? Tak lain adalah DreadOut dan DreadOut: Keepers of the Dark yang berhasil dijual di Steam dan dimainkan oleh Youtuber mancanegara.

Chocoarts

Image credit: Tekno Fantasy by Chocoart
Image credit: Tekno Fantasy by Chocoart

Satu lagi developer game lokal yang patut diacungi jempol. Berdiri pada awal 2012, Chocoarts ini terdiri dari tiga mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Indonesia, yaitu Mega Denditya, Sely Haudy, dan Muhammad Husein.

Bermula dari kesukaannya membuat game, rupanya hasil game yang digarapnya mendapatkan respon positif, baik di PC maupun mobile. Bahkan studio game ini pernah mendapatkan penghargaan di ajang INAICTA 2014. Game yang sudah berhasil terjual di Steam berjudul Almightree: The Last Dreamer. (Baca juga: Sadar Potensi Game Indie, Nintendo Kembali Adakan Nindies)

 

(Christa Adventa)

Aditia
Tentang Penulis
Work Smart Play Hard
Comments
Subscribe to Edge today
We need a new party member