Language:
Indonesia

Ini Fakta Sebenarnya Dari Hasil Kasus Tencent Games yang Melibatkan Moonton Beberapa Waktu Lalu!

By Christa Adventa On Jul 20, 2018

Image credit: Gamehubs
Image credit: Gamehubs

Inilah kabar yang ditunggu-tunggu oleh para pecinta game MOBA di dunia. Setelah lama menunggu, akhirnya kasus pelanggaran hak cipta Moonton yang digugat oleh Riot Games bersama Tencent Games sudah memiliki jawaban.

Tuntutan Tencent Games tersebut bukan ditujukan ke perusahaan Moonton secara langsung, melainkan ke Xu Zhenhua, CEO Moonton. Gugatan plagiarisme antara Riot Games dengan CEO Moonton rupanya masih terus berlanjut secara hukum. Meskipun prosesnya lama, Tencent akhirnya berhasil memenangkan gugatan tersebut lho.

Bagi yang belum tahu, sebelumnya Riot Games menggugat developer Moonton ke pengadilan, berkaitan dengan kasus pelanggaran hak cipta. Riot Games sendiri merupakan developer sekaligus penerbit game League of Legends. Kini, perusahaan teknologi asal Cina, Tencent Games mengambil alih pengembangan game tersebut.

Kembali ke masalah plagiarisme, Shanghai Moonton Technology dianggap telah menjiplak aset-aset dari game League of Legends ke Mobile Legends. Ironisnya, tindakan plagiarisme yang dilakukan Moonton justru meraup banyak keuntungan hingga jutaan dolar.

Riot Games berencana untuk membawa kasus ini ke pengadilan Amerika Serikat pada tahun lalu. Sayangnya, sidang tersebut ditolak, karena Moonton bukan perusahaan Amerika Serikat. Mengingat Moonton merupakan perusahaan asal negeri tirai bambu, alhasil kasus plagiarisme dibawa ke negara asal developer game Mobile Legends.

Perusahaan induk Riot Games, Tencent Games kemudian turun tangan dengan mengajukan gugatan baru kepada CEO Moonton tentang Non-Disclosure Agreement (NDA) dan Non-Compete Agreement (NCA).

Hasilnya terdengar memuaskan, dimana Tencent berhasil memenangkan gugatan pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh Xu Zhenhua. Dilansir dari situs Dot Esports, sebelumnya Xu Zhenhua hanya membayar denda ke Tencent Games sebesar 2,6 juta RMB atau US$ 388 ribu.

Pembayaran ini berdasarkan dokumen dari Pengadilan Rakyat Shanghai. Akan tetapi, keputusan pengadilan mulai berbelok arah, karena pernyataan dokumen resmi tersebut tidak benar. Pasalnya, dokumen ini tidak menyebutkan apakah denda CEO Moonton merupakan akhir dari penyelesaian praperadilan atau belum.

Belakangan telah diketahui, bahwa Moonton menggunakan penilaian berdasarkan hitungan pajak dari pihak yang berkuasa, bukan nilai dari dokumen aslinya. Setelah dihitung kembali, angka denda langsung melonjak tinggi dari 2,6 juta RMB menjadi 19,4 juta RMB atau setara dengan 41,8 milyar Rupiah.

Dalam gugatan pelanggaran hak cipta yang dilakukan CEO Moonton, Riot Games membagikan informasi seputar perbandingan aset-aset dari LoL yang telah digunakan di Mobile Legends. Mulai dari hero atau Champions dan deskripsinya, kemampuan dan deskripsi, peta, dan berbagai aset lainnya yang dinilai hampir mirip.

Berdasarkan kabar yang tersebar luas di media, Tencent juga berencana kembali menggugat Moonton mengenai plagiarisme dari Arena of Valor. Valve bahkan dikabarkan akan melakukan tindakan serupa, berkaitan dengan pelanggaran hak cipta dari Dota 2 di Mobile Legends.

Bagaimana nasib Mobile Legends ke depannya ya, Hubbers? Komen di bawah yuk!

 

 

Christa Adventa
Tentang Penulis
A nerdy alien who is having an interest in indie games, retro games, Nintendo, and cute stuffs. I will try to play horror games someday. Yay!
Comments
We need a new party member