Language:
Indonesia

Ngobrol Bareng Dengan Developer Video Game Horor Lokal Pamali!

By Christa Adventa On Jul 25, 2018

Image credit: Gamehubs
Image credit: Gamehubs

Belum lama ini, sebuah game horor asal Indonesia berjudul Pamali mendadak viral di dunia. Banyak Youtuber dari luar negeri dan lokal memainkan versi demo dari game tersebut. Sampai sekarang, Pamali baru memiliki versi demo dan belum rilis versi full. Akan tetapi, kepopulerannya terus melonjak hingga mendunia.

Kali ini, Gamehubs Indonesia mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai Andreas Andika dan Mira Wardhaningsih dari StoryTale Studios, developer game Pamali. Seperti apa obrolan kami mengenai perkembangan game Pamali? Simak wawancaranya berikut ini:

Gamehubs: Hallo Andreas dan Mira, bisa ceritakan sedikit tentang sejarah StoryTale Studios?

Andreas: StoryTale sendiri sebenarnya sudah ada pas di zaman kuliah, pas masih jadi mahasiswa. Saat mahasiswa, kita banyak mengerjakan proyek industri kreatif kayak animasi, desain, dan desain grafis. Karena saya sendiri latar belakangnya dari DKV, kita sering bikin proyek video atau animasi untuk perusahaan. Tapi di saat yang sama, kita merasa game itu salah satu proyek yang ingin dilakukan bersama dan bisa mencakup dari berbagai bidang. Di samping mengerjakan proyek-proyek itu, kita sambil nmengembangkan game. Dan akhirnya, kita bisa bikin game.

Gamehubs: Tahun berapa kalian akhirnya bisa bertemu dan mengembangkan game?

Andreas: Formalnya sih awal 2016. Cuma kita sudah bareng dari sebelumnya.

Gamehubs: Sebelum Pamali sudah bikin game apa saja?

Andreas: Kita pernah mengembangkan game berjudul As If. Itu game komputer yang membahas sudut pandang tentang orang berpenyakit mental, Schizophrenia. Game-nya masih dalam pengembangan sekarang, sudah mau tahap terakhir dan bakal dirilis secara gratis juga. Itu tujuannya untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental. Terus kita juga pernah bikin proyek judulnya My Safe House di Steam, sudah rilis. Itu game sederhana, dikejar-kejar pencuri. Itu menjadi sistem yang kita tes untuk di Pamali.

Gamehubs: Kembali ke Pamali, bagaimana proses terbentuknya game Pamali?

Mira: Kita merasa Indonesia banyak horornya. Terus kalau dengar cerita horor teman sendiri tuh seram banget, kayak dikejar-kejar, ceritanya tuh dekat banget sama kita, ada di rumah atau dimana gitu. Kita mikir horor apa nih yang menarik, beda banget dengan horor lainnya, tapi seram. Takutnya kalau horor kayak zombie, kan enggak semua takut zombie. Terus kita kepikiran bawa Pamali. Pamali artinya yang enggak boleh dilakukan. Kalau tidak diturutin sebenarnya gak apa-apa, tapi kalau diturutin bagus. Kan pamali sendiri sudah bikin horor, bikin kita takut. Di luar negeri kan juga ada kayak pamali semacam kayak tabu, tidak boleh menginjak jalan berlubang gitu. Terus kita mikir kayaknya asyik nih bawa pamali, apalagi pamali kan Indonesia banget.

Christa Adventa
Tentang Penulis
A nerdy alien who is having an interest in indie games, retro games, Nintendo, and cute stuffs. I will try to play horror games someday. Yay!
Comments
We need a new party member