Language:
Indonesia

Mengerikan, 5 Aksi Pembunuhan Ini Terinspirasi dari Video Game!

By Aditia On May 25, 2017

image credit: NYDailyNews
image credit: NYDailyNews

Peristiwa bom Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (24/5) malam menggemparkan wilayah Jakarta dan sektitarnya, bahkan Indonesia. Peristiwa yang menewaskan 5 orang tersebut masih diusut oleh pihak berwajib. Tujuan dan inspirasi pelaku melakukan hal tersebut masih belum diketahui secara pasti hingga saat ini.

Memang banyak sekali hal-hal yang mendasari seseorang melakukan aksi kejahatan, mulai dari faktor ekonomi, politik, SARA, bahkan sampai video game sekalipun.

Yup, ternyata ada beberapa peristiwa kejahatan yang terinspirasi dan didasari oleh sebuah video game! Gak percaya? Berikut 5 aksi kejahatan yang terinspirasi dari sebuah video game:

Remaja lakukan aksi gila ala GTA

image credit: Murderpedia
image credit: Murderpedia

Pada bulan Juni tahun 2003, seorang remaja dari Alabama, Amerika Serikat bernama Devin Moore melakukan aksi kejahatan yang menghebohkan dunia. Devin yang begitu terobsesi dengan game Grand Theft Auto melakukan pencurian mobil. Tidak sampai disitu, dirinya pun dibawa ke kantor polisi namun saat para petugas lengah, Devin kabur dan menembak dua petugas kepolisian setempat.

Beruntung pihak kepolisian setempat cepat meredam aksi tersebut dan menangkapnya beberapa saat setelah dirinya kabur dari kantor polisi pada saaat itu. Satu hal yang paling mengejutkan adalah ketika dirinya ditangkap, Devin membuat pernyataan yang cukup kontroversial.

"Hidup itu seperti sebuah video game. Terkadang orang-orang harus mati," jelas Devin.

Latihan menembak dengan CoD, Pria Norwegia bunuh 77 orang sekaligus

Image credit: CBS
Image credit: CBS

Seorang pria asal Norwegia, Anders Behring Breivik melakukan pembunuhan masal pada bulan Juli tahun 2011 lalu di Oslo, Norwegia. Breivik bertanggung jawab atas 77 korban tewas dan ratusan korban luka-luka.

Breivik mengakui bahwa untuk melakukan aksi pembunuhan masalnya tersebut, dirinya menggunakan game Call of Duty sebagai sarana berlatih kemampuan menembak. Alhasil, 68 orang tewas ditembak oleh Breivik pada saat itu, sementara 9 lainnya tewas karena bom yang ditempatkan di gedung pemerintah setempat.

Terinspirasi Doom, Evan Ramsey menggila di sekolah

Image credit: Dispatch
Image credit: Dispatch

Remaja asal Alaska melakukan aksi penembakan yang barbar di sebuah sekolah pada tahun 1997 silam. Evan Ramsey yang pada saat itu berusia 16 tahun.

Ramsey melancarkan tembakan di dalam kelas dan membuat teman-temannya ketakutan. Karena aksinya ini, 2 orang tewas dan Ramsey dijatuhkan hukuman 210 tahun penjara. Ramsey mengatakan bahwa pada saat itu dirinya sama sekali tidak menyadari bahwa kehidupan nyata tidak seperti yang ada dalam game terkenal, Doom, dia tidak tahu bahwa menembak seseorang bisa berakibat fatal seperti kematian.

"Aku tidak mengerti jika aku menembakmu, kamu tidak akan bangun. Jika kamu menembak seseorang di game Doom, maka dirinya akan tebrangun. Setidaknya kamu harus menembak hingga 8 atau 9 kali sebelum orang tersebut mati," ujarnya.

Bunuh teman karena "senjata kesayangan" dicuri

illustration credit: mysendoff
illustration credit: mysendoff

Seorang gamer asal Shanghai, Zhu Caoyuan dibunuh oleh temannya sendiri bernama Qiu Chengwei. Qiu yang memenangkan sebuah senjata spesial dalam game Legend of Mir III meminjamkan senjata tersebut kepada Zhu. Tetapi, Zhu tidak mengembalikan senjata tersebut dan bahkan menjualnya.

Ketika mengadukan hal ini kepada pihak kepolisian, Qiu mendapatkan jawaban yang kurang memuaskan karena senjata tersebut bukanlah barang yang nyata. Karena itu pula, Qiu nekat menusuk Zhu hingga tewas.

Dua pria Russia bertarung layaknya Lineage II

image credit: w-dog (Lineage II)
image credit: w-dog (Lineage II)

Dua pria asal Russia yang tidak diungkap identitasnya, bertarung satu sama lain dalam game terkenal, Lineage II. Merasa kurang puas dengan hasil yang didapatkan di dalam game, kedua pria tersebut sepakat untuk bertemu di dunia nyata dan bertarung sampai mati layaknya game tersebut.

Keduanya bertarung dengan barbar, hal ini menyebabkan salah satu diantaranya tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.

 

Melihat tragedi-tragedi mengerikan di atas, tentu seharusnya kamu semua menyadari bahwa dalam bermain game pun sifat kedewasaan seseorang dituntut.

Selain itu, buat kamu yang punya adik kecil atau anak-anak, tidak ada salahnya untuk menemani mereka saat bermain game dan berikanlah arahan-arahan yang baik kepada mereka.

Tags / Keywords:
Aditia
Tentang Penulis
Work Smart Play Hard
Comments
Subscribe to Edge today
We need a new party member