Language:
Indonesia

Kata Siapa Gamer Itu Kekanak-kanakan? Lihat Dulu Buktinya!

By Basmal Fagiansyah On Jul 28, 2018

Image credit: Odyssey
Image credit: Odyssey

Dalam era dimana kompetisi game sebagian besar dijalankan di platform digital, seseorang belum tentu bermain melawan seorang remaja penyendiri yang bermain di rumah orang tuanya.

Perubahan eksponensial yang terjadi di industri game dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah pemahaman tentang gaming di depan mata kita, baik secara harfiah maupun kiasan. Survei yang dilakukan Dell terhadap 5.763 pemain video game di 11 negara mengungkapkan bahwa pemain game saat ini sangat beragam; dari rekan kerja dengan dua anak hingga wanita yang duduk di sebelah Anda di kereta komuter, atau, yang umum ditemui, suami atau istri, saudara atau teman.

Melalui platform online dan media sosial, dan didorong popularitas esport, komunitas game kini terus berkembang, termasuk dari sisi keragaman dan inklusivitas. Kini sebutan sebagai seorang “gamer” tidak lagi dipandang sebagai suatu cemoohan.

Menurut hasil survei, tidak sampai satu dari 10 orang merasa “dihakimi,” “kekanak-kanakan” atau “malu” disebut sebagai seorang “gamer” (masing-masing 8-9%). Sebaliknya, mereka menganggap sebutan “gamer” sebagai label positif dan dirasa “menyenangkan” (35%), “keren” (29%), atau “bersemangat” (26%).

Tags / Keywords:
Basmal Fagiansyah
Tentang Penulis
Writing.. Gaming... Watching....
Comments
We need a new party member