Language:
Indonesia

Kupas Tuntas Seputar Board Game Lokal Bersama Masbro Studio!

By Aditia On Apr 7, 2017

photo by Denny Gunawan
photo by Denny Gunawan

Berbicara tentang dunia game, biasanya kita akan terfokus pada game konsol ataupun komputer. Padahal game tidak hanya sekedar digital saja, papan permainan alias Board Game pun bisa juga kita bahas.

Board Game yang tidak terlalu bergantung dengan teknologi digital memang unik, sekarang popularitas Board Game kembali mencuat. Kehadiran komunitas dan event board game yang diselenggarakan seperti Gaming Unplugged membuat popularitas Board Game seolah mulai menanjak lagi. Walau harus diakui memang belum sepopuler layaknya game digital saat ini.

Tertarik dengan hal-hal seputar Board Game, Gamehubs Indonesia akhirnya berkesempatan untuk mewawancarai salah satu tim Masbro Studio bernama Darwin di tengah acara Gaming Unplugged yang diselenggarakan di @America, Jakarta, awal April kemarin. Mau tahu lebih lanjut mengenai dunia Board Game di Indonesia? Simak saja langsung hasil interview berikut ini:

Darwin (Masbro) photo by Denny Gunawan
Darwin (Masbro) photo by Denny Gunawan

Masbro berdiri sejak kapan?

Masbro terbentuk pada tahun 2015 saat diadakannya Kompas Board Game Challenge. Turnamen membuat boardgame dalam 3 hari, game yang dibuat pada saat kompetisi masih berbentuk prototype dan berbentuk kertas dengan tulisan-tulisan saja. Pada hari yang ketiga board game bikinan peserta akan coba dimainkan sebagai salah satu bentuk penilaian.

Pada turnamen tersebut, tim Masbro terpilih sebagai 5 finalis Jakarta sehingga kami berpikir untuk meneruskan proyek board game ini, tertolong juga oleh visi kami yang sama tentang board game. Maka dari itu, board game Laga Jakarta berhasil dirilis pada tahun 2016 oleh publisher Chiveous.

Kenapa di tengah-tengah menjamurnya development game digital, kalian memilih membuat boardgame?

Karena pada dasarnya kita menyukai game design, kita tidak membeda-bedakan apakah game tersebut digital ataupun board game. Selain mengikuti kompetisi membuat board game, kita juga sering mengikuti kompetisi pembuatan game digital seperti Global Game Jam.

Apabila kalian menyimak daftar peserta Global Game Jam, pasti ada nama kita bertiga. Memang kita pada dasarnya menyukai proses membuat sebuah game, sih.

 

Laga Jakarta Photo by Denny Gunawan
Laga Jakarta Photo by Denny Gunawan

Game Laga Jakarta menarik perhatian para pecinta Board Game!

Ide Laga Jakarta didapat dari mana?

Pada saat lomba kita diberikan tema yang berhubungan dengan kota tersebut, seperti tema Bandung yang merupakan Beauty of Bandung, tema Jakarta adalah Dream of Jakarta. Pada saat orang lain mengambil pendekatan ke arah memimpikan Jakarta yang ideal, bebas banjir, bebas macet, dsb. Kami mencoba pendekatan yang berbeda. Kami berusaha melakukan pendekatan bahwa Jakarta adalah Land of Dream Indonesia, kota di mana banyak sekali orang dari seluruh Indonesia mengadu nasib dan bekerja dengan pilihan karir yang beragam untuk dapat menggapai mimpi mereka.

Hal ini membuat kita memiliki ide untuk membuat game yang membuat pemain dapat merasakan adu nasib di Jakarta dengan berbagai jenis pekerjaan nya dan tiap-tiap pekerjaan memiliki skill tersendiri, seperti Pak Ogah yang mendapatkan tambahan uang setiap pemain di sebelahnya bergerak melawan arah.

Apa sih kesulitan membuat board game Laga Jakarta?

Hal pertama tentu adalah bagian marketing dan sales karena pasar Indonesia memang belum terlalu terpapar dengan board game. Namun secara teknis pembuatan board game nya sendiri, kami merasa hal yang paling sulit adalah logika game design nya - bagaimana membuat game kita itu simple dan menarik. Kita memang melihat kondisi pasar Indonesia juga yang memang tidak menyukai game-game ribet, kita sendiri pun juga tidak suka game ribet.

Namun dalam membuat game yang simple ini, kita tetap ingin game yang kita buat tetap memiliki kedalaman tersendiri. Kita ingin game kita mudah dimainkan dan dimengerti namun, tidak mudah dikuasai sehingga tidak mudah bosan apabila dimainkan.

Dikarenakan game art yang harus dibuat cukup banyak, kami memerlukan waktu yang cukup banyak untuk membuat game ini. Walaupun itu bukan masalah yang terlalu besar karena kita menyukai proses pembuatanya.

Suka duka dalam membuat game Laga Jakarta?

Sukanya sih kita bisa sedikit “nyeleb” alias terkenal haha. Karena banyak yang beli produk kita dan ada saja orang yang mengenali kita sebagai pembuatnya. Tetapi balik lagi, tujuan kita membuat game ini bukan sekedar ingin agar game ini terjual. Walaupun tentu kita ingin banyak yang beli. Apabila hanya terjual dari publisher dan terpampang di toko saja, sebetulnya tugas kita belum selesai, tujuan kita baru tercapai apabila orang-orang dapat memainkan game ini dan menikmati permainannya.

Komunitas pembuat board game di Indonesia pun sangat supportif satu sama lain, mungkin dikarenakan jumlah kita yang masih sedikit, tetapi itu juga merupakan sesuatu yang kita suka dalam proses pembuatan board game Laga Jakarta.

Dukanya adalah pada tahap ini membuat board game tidak bikin kaya, haha... Masih banyak kita berkorban untuk membuat game ini yang kasarnya bisa disebut “makan dari passion.” Memang pasar Indonesia belum terpapar dan siap untuk pasar board game.

Nata, Darwin, dan Desyanto photo by Denny Gunawan
Nata, Darwin, dan Desyanto photo by Denny Gunawan

Kenapa membuat Gaming Unplugged?

Target utama kita sih untuk memperkenalkan dunia board game ke lebih banyak orang di Indonesia. Seperti tadi kita sebutkan, memang pangsa pasar di Indonesia masih bisa dibilang cukup kecil sehingga, kita sebagai pelaku ingin menyebarkan kultur boardgame di Indonesia. Slogan kita pun “Make Boardgame Great Again” karena kita berharap bisa mengembalikan masa kejayaan boardgame di Indonesia yang pada jamannya boardgame seperti monopoli, ular tangga, dan lainnya sangat terkenal.

Kita percaya pada dasarnya semua orang suka main boardgame, cuma bedanya terpapar atau tidak saja. Setelah duduk dan bermain 2 ronde biasanya orang-orang pasti tertarik untuk terus memainkannya.

Sisi lain adalah kita juga mengkhawatirkan beberapa golongan yakni, anak-anak dan orang tua. Karena pada jaman sekarang ini sangatlah menggoda bagi orang tua untuk memberikan anaknya tablet ataupun smartphone untuk dimainkan, sehingga kita ingin memberikan alternatif bagi orang tua untuk dapat meluangkan waktu bersama anak dengan cara yang menyenangkan.

Bagaimana tentang plan selanjutnya?

Kita sekarang sedang menggarap proyek bertema Surabaya. Untuk proyek ini kita juga banyak bekerja sama dengan nama-nama besar yang pasti akan mengejutkan. Kami pastikan proyek kami yang selanjutnya pantas untuk dinanti-nantikan.

Bisa kasih saran gak nih untuk pembuat boardgame yang baru?

Mulailah dari membuat game casual dulu dan jangan overthinking. Penyakitnya sama dengan pembuat game digital pemula, ingin membuat game nya memiliki banyak fitur dan mekanik yang beragam. Game yang dibuat sebaiknya janganlah dibuat terlalu rumit karena, orang-orang di Indonesia tidak terlalu suka game yang rumit. Jangan sampai nantinya menjadi dinding bagi mereka yang ingin mencoba game buatan kalian.

Jadilah produktif, memang sangat menggoda untuk terus menciptakan ide dan konsep baru untuk game yang kalian buat namun, sebaiknya pilihlah satu dan kembangkan sampai selesai. Jangan sampai ide banyak tapi tidak ada yang selesai.

Yang terakhir, Be Original. Jaman sekarang memang sulit untuk menciptakan sesuatu yang 100% original tetapi, hindarilah menjiplak game orang lain. Karena kembali lagi game bikinan kalian akan menjadi pionir dalam dunia boardgame Indonesia.

photo by Denny Gunawan
photo by Denny Gunawan

Well, usai sudah sesi interview tim Gamehubs Indonesia bersama salah satu tim dari Masbro Studio. Semoga makin banyak peminat Board Game di Indonesia, Hubbers!

 

(Gamehubs Indonesia/Denny Gunawan)

Tags / Keywords:
Aditia
Tentang Penulis
Work Smart Play Hard
Comments
Subscribe to Edge today
We need a new party member