Language:
Indonesia

Ketika Gamer Terjun ke Dunia Politik, Bagaimana Jadinya?

By Basmal Fagiansyah On Jul 5, 2017

Image credit: Kotaku
Image credit: Kotaku

Apa jadinya bila seorang pimpinan studio penerbit game berkecimpung dalam dunia politik? Sebenarnya hal ini sah-sah saja, namun entah mengapa publik memberikan tanggapan negatif terhadap kampanye politik yang dilakukan oleh pendiri Zynga, Mark Pincus dan pendiri LinkedIn, Reid Hoffman.

Proyek politik yang dibangun oleh dua orang sukses dalam bidang ‘sosial game’ tersebut bernama Win The Future atau yang biasa disingkat WTF. Sampai disini, nama yang diusung oleh Mark dan Reid sebenarnya terlihat keren. Tujuan mereka mendirikan kampanye ini sendiri adalah untuk membangkitkan kembali Partai Demokrat. Pengumuman kampanye ini pun tepat dilakukan pada tanggal 4 July 2017, hari kemerdekaan Amerika Serikat.

Lewat gerakan ini, nantinya para anggota dapat menentukan serta mengatur agenda organisasi. Pada awalnya, organisasi ini bertujuan untuk memiliki tiga semangat dasar yakni, pro sosial, pro planet, dan pro bisnis.

“Tujuan kami adalah untuk membantu jutaan orang Amerika Serikat dalam mengatur platform di sekitar secara bersama. Misi kami adalah mengumpulkan suara dan uang kami kepada isu-isu yang ingin kami sampaikan atas agenda pemerintah kami. Kami ingin mengubah agenda tersebut menjadi kemenangan electoral dan mandat keseluruhan negara kita.” jelas deskripsi resmi dari situs WTF.

Dilansir dari situs Recode, para anggota dari WTF nantinya dapat membuat agenda mereka masing-masing dan tanggapan serta komentar mereka sendiri yang kemudian dirangkum dalam bentuk proposal terhadap kebijakan pemerintah. Kemudian ide-ide dan proposal itu akan menjadi DNA bagi WTF. (Baca juga: Kocak, Cosplay Ala Spider-Man Ini Bakal Bikin Kamu Ngakak!)

<iframe width="854" height="480" src="https://www.youtube.com/embed/CsC2hmRmNto" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>

Setiap proposal yang paling banyak mendapatkan respon, dalam hal ini, likes dan retweets di Twitter, WTF akan membantu mewujudkan ide itu terjadi dengan membuat berbagai iklan. Termasuk membuat baliho besar yang berlokasi dekat dengan bandara di Washington DC. Jadi menurut mereka, para politikus akan melihat ide dari para anggotanya.

Selain membuat iklan, misi lainnya dari WTF adalah untuk mencalonkan seorang politikus Demokrat yang berasal dari WTF. Pincus mengatakan kepada Recode saat ini dia sedang mengincar penyanyi dari Third Eye Blind yang bernama Stephen Jenkins sebagai seorang kandidat potensial. Keduanya bahkan sudah pernah bertemu. Pandangan Jenkins terhadap lawan dari Demokrat, yakni Partai Republik memang cukup kritis. Wajar, jika Stephen Jenkins adalah orang yang tepat untuk WTF.

Saat ini Pincus dan Hoffman telah menyumbangkan dana sebesar US$500.000 ke WTF. Sementara mantan direktur Disney, Jeffrey Katzenberg juga terlibat dalam proyek ini bersama dengan orang para jutawan kapitalis lainnya.

Namun meskipun agenda yang diberikan oleh WTF terlihat sempurna, organisasi ini mendapatkan beragam kritikan dari para pengamat politik dan ekonomi di Amerikat Sendiri. Salah satu kritikan itu datang dari, Jeff Hauser yang berkerja di lembaga Center for Economic and Policy Research.

Dilansir melalui Huffington Post, Jeff mengatakan milyarder kaya raya seperti Pincus dan Hoffman mempunyai insting yang benar-benar buruk terhadap politik.

“Saya tidak yakin kreator paling payah dan mengganggu untuk pengalaman sosial media adalah orang yang tepat yang seharusnya mengembalikan inti filosofis Partai Demokrat sebagaimana yang mereka inginkan.” jelas Jeff Hauser.

Pincus dan Hoffman bukanlah orang yang berasal dari lingkup dunia hiburan terutama dari hiburan dalam bentuk game yang berkecimpung dalam dunia politik. Beberapa waktu lalu, para pelaku indie serta studio game mayor dari Amerika Serikat, sempat turun tangan atas kebijakan Donald Trump soal imigran. (Baca juga: Kece Berat, Action Figure D.Va dari Overwatch Ini Wajib Lo Punya!)

Tags / Keywords:
Basmal Fagiansyah
Tentang Penulis
Comments
We need a new party member