Language:
Indonesia

Game CoC dan Clash Royale Jadi Tempat Cuci Uang?

By Christa Adventa On Jul 21, 2018

Image credit: Securityaffairs
Image credit: Securityaffairs

Seiring kemajuan teknologi, melakukan suatu hal apa pun tergolong lebih praktis dan mudah. Termasuk industri game yang berkembang semakin pesat. Berkat kecanggihan teknologi dan penambahan unsur yang menyenangkan, membuat banyak orang lebih senang membunuh waktu dengan bermain game. Akan tetapi, kecanggihan teknologi game juga seringkali disalahgunakan oleh kalangan-kalangan tertentu. Seperti kasus kriminal yang baru saja terjadi di game mobile strategi ternama, Clash of Clans.

Dilansir dari pernyataan pusahaan cybersecurity asal Jerman, Kromtech (via Variety), game Clash of Clans baru saja dimanfaatkan untuk pencucian uang. Tidak hanya Clash of Clans, melainkan Clash Royale dan Marvel Contest of Champions juga kena imbasnya. Para pelaku kriminal siber ini memanfaatkan 20.000 kartu kredit curian untuk membeli item kosmetik maupun mata uang premium di dalam game. Setelah membelinya, barulah mereka menjual akun tersebut ke pihak ketiga dengan harga sama seperti di berbagai situs.

Kini, Kromtech sedang melacak data para pengguna yang memainkan game Clash of Clans. Mereka menggunakan sebuah software database bernama MongoDB, guna menyimpan data atau informasi para pemain, sekaligus penggunaan kartu kredit di dalam game. Dengan program tersebut, Kromtech mudah untuk menemukan keganjilan data dari kartu kredit dalam game.

“Alat yang kami temukan dan penggunanya kini sedang bekerja dengan beberapa negara seperti Arab Saudi, India, Indonesia, Kuwait, dan Mauritania,” tulis laporan dari Kromtech, dilansir dari Variety. “Kami tidak tahu apakah ini hanya karena alat dan halaman Facebook masih baru dan ini karena pengguna pemula, atau jika beroperasi melalui beberapa negara ini memberikan beberapa keuntungan untuk para pencuri,” lanjutnya.

Kromtech menyarankan bahwa setiap developer game besar sebaiknya mengamankan proses pendaftaran akun dalam game. Pasalnya, para pelaku kriminal siber ini menggunakan semacam alat otomatis, guna menciptakan akun massal.

Christa Adventa
Tentang Penulis
A nerdy alien who is having an interest in indie games, retro games, Nintendo, and cute stuffs. I will try to play horror games someday. Yay!
Comments
We need a new party member