Language:
Indonesia

Karena Pornografi Hingga SARA, 7 Game Ini Dilarang Beredar! (18+)

By Christa Adventa On Jan 21, 2018

Image credit: Gamefaqs
Image credit: Gamefaqs

Nasib video game tidak selalu berujung positif dan baik untuk diterima para pemainnya. Meskipun memiliki konsep yang kreatif, sebuah game belum tentu diterima di beberapa negara. Setiap negara memiliki alasan tersendiri ketika melarang penerbitan game di wilayahnya. Mulai dari kontennya yang terlalu kejam, banyak adegan seks, bersifat konspiratif, hingga mengandung SARA.

Hampir sebagian besar game yang mengandung unsur-unsur di atas dihapus dari peredarannya. Meski demikian, hanya beberapa negara yang memblokir atau melarangnya. Hubbers penasaran seperti apa game-game yang pernah ditolak peredarannya di negara-negara tertentu? Langsung saja lihat 7 game yang dilarang beredar berikut ini:

Rapelay

Image credit: Giantbomb
Image credit: Giantbomb

Kebanyakan beberapa game dilarang terbit di suatu negara, karena kulturnya yang bertentangan dengan game tersebut. Serupa dengan Rapelay. Game kontroversial ini dikembangkan oleh studio asal Jepang, Illusion, serta dirilis pada 2006. Nahas, Rapelay dilarang terbit di beberapa negara, karena mengandung konten seksual. Sebut saja seperti Argentina, Indonesia, New Zealand, dan lainnya.

Dalam game ini, kamu dapat menguntit para perempuan dan berhubungan intim dengannya. Bahkan, seorang ibu maupun anak-anak perempuan juga bisa dipaksa untuk berhubungan seksual dalam game ini.

 

7 Sins

Image credit: Hexonyc
Image credit: Hexonyc

Selain Rapelay, 7 Sins juga tergolong game yang mengandung konten seksual secara ekstrim. Game bergenre simulasi ini dikembangkan oleh Monte Cristo. Saat pertama kali diluncurkan, 7 Sins menimbulkan kontroversi pada 2005 lalu.

Melalui game ini, kamu akan berperan sebagai pria berusia 40 tahun yang ingin memiliki derajat sosial yang tinggi di kotanya. Guna mencapainya, dia melakukan sesuatu yang berkaitan dengan tujuh dosa manusia. Penerapan tujuh dosa tersebut ke dalam video game menjadi hal yang sangat kontroversial. Apalagi ditambah dengan adegan hubungan intim secara eksplisit. Tidak heran, jika game ini dilarang terbit di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Postal 2

Image credit: Steam
Image credit: Steam

Selain konten seksual, game berkonsep kekerasan juga sempat dilarang di beberapa negara. Salah satunya adalah Postal 2. Game bergenre first-person shooter dengan konsep sandbox ini, dikembangkan oleh Running With Scissors pada 2003 lalu untuk PC.

Sayangnya, penerbitan Postal 2 dilarang masuk di berbagai negara, karena unsur kekerasannya yang terlalu sadis. Bahkan, di sepanjang permainan tidak luput dari tindakan kejam, humor anarkis, konten-konten yang dianggap menjijikkan seperti homophobia, efek pembunuhan paling brutal, dan masih banyak lagi. 

Untuk selengkapnya segera menuju ke halaman selanjutnya, atau klik 'Baca Sumber' bagi para pengguna UC News, Baca Berita, BaCa, Caping dan Kurio

Tags / Keywords:
Christa Adventa
Tentang Penulis
A nerdy alien who is having an interest in indie games and cute stuffs. Sometimes, I'm really into Toon Link & still saving for Switch.
Comments
Subscribe to Edge today
We need a new party member