Language:
Indonesia

Interview : Masshive Media, Studio Game Indie Lokal Ini Sangat Inspiratif!

By Basmal Fagiansyah On Mar 21, 2017

photo by Brilcrist
photo by Brilcrist

Pada hari  Kamis (16/03) lalu, Gamehubs berkesempatan untuk bertemu dengan Brian Petrus Sugianto dan Anggia Lestari dalam acara bertajuk Game Networking yang diadakan di Mid Plaza International Hotel.

Mereka berdua adalah pengembang game indie yang studionya terletak di daerah Kedoya, Jakarta Barat. Studionya bernama Masshive Media. Beberapa video game yang pernah dirilis oleh studio tersebut adalah Chill Out Zombies, Poro Frenzy, dan Vimala Defense World.

Salah satu game Masshive yang belum diterbitkan berjudul Azure Saga: Pathfinder sudah masuk ke dalam daftar Greenlight milik Steam. Artinya para fans tinggal menanti game itu tiba di platform khusus game tersebut. Ingin mengenal lebih jauh mengenai Masshive beserta game mereka? Berikut hasil wawancara eksklusif kami dengan dua pemuda yang sangat inspiratif tersebut:

Halo,  Saat ini kalian sedang main game apa?

Anggia Lestari: Final Fantasy XV, sedang menunggu DLC-nya rilis

Boleh tahu sejak kapan Masshive Media Studio berdiri?

Anggia Lestari: Mulai dari tahun 2012/2013

Kenapa memilih berkecimpung dalam business game developer?

Anggia Lestari:  Karena memang memiliki passion di bidang game development . Di Indonesia sendiri resources untuk mendevelop sebuah game pun cukup banyak dan saat itu game developer company masih terbilang sedikit, jadi akhirnya memutuskan untuk focus di bidang ini.

Menurut kalian apa suka duka menjadi seorang developer game?

Anggia Lestari: Bisnis ini jenis baru, sehingga support dari pemerintah kurang. Baru sekitar 2 tahun belakangan ini ada support dari pemerintah seperti BeKraf dan sejenisnya. Jadi awal-awal berdirinya Masshive Media, kita berjuang sendiri dalam mengembangkan bisnisnya dan Networking dalam industri ini. Hubungan antara game developer di Indonesia solid sehingga bisa saling dukung, sharing pengalaman, dan kerjasama. Dikarenakan bisnis ini terbilang baru dan juga pemainnya masih muda-muda juga.

Kalian mempunyai kiat-kiat khusus tidak untuk mereka yang baru mencoba menjadi seorang developer game?

Anggia Lestari: Don’t Give Up! Karena bisnis ini memiliki banyak potensi untuk dikembangkan. Namun perlu diperhatikan business planning dan arahannya saat masih akan memulai bisnis ini sebagai startup karena itu hal yang penting untuk menghadapi tantangan industry ini terutama saat masih awal2 berdiri.

Brian: Dan tidak kalah pentingnya adalah networking, karena bisnis ini memerlukan banyak dukungan dari banyak aspek mulai dari human resource, media, publisher, dll.

Sekarang, coba ceritakan tentang game yang sedang kalian garap, Azure Saga?

Anggia dan Brian: Azure Saga akan dirilis sekitar bulanJuni 2017 sedikit mundur dari rencana awal bulan Januari karena masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dan ditambahkan sehingga hasil akhirnya nanti akan terlihat lebih polished.

Menurut kalian apa tantangan dalam membangun game Azure Saga: Pathfinder?

Anggia Lestari: Mencari tema yang menarik untuk diusung. Karena kompetisi dalam industry ini banyak sehingga, kita harus memilih tema yang bagus dansesuai untuk menarik minat pemain nantinya.Karena memang gamers akan menilai game kita pertama kali dari tampilan luar seperti tema dan cerita dari game itu sendiri, apabila tertarik dengan temanya baru dia akan mencoba dan dapat menilai game dari segi teknis dan gameplaynya.

Walaupun tema apapun yang diambil tetap akan ada pengorbanan dari sisi pasar, ini adalah hal yang menjadi perhatian utama kita. Seperti Azure saga sendiri yang mengusung tema campuran Sci-Fi & Medieval, kemungkinan akan membuat pemain medieval ataupun sci-fi yang hardcore tidak tertarik. Tetapi dengan mengedepankan tema campuran ini akan membuat target pasar jadi lebih luas dan dapat menjaring gamers pecinta tema sci-fi maupun medieval yang lebih casual.

Brian: Inspirasi tema sendiri merupakan gabungan dari tema kesukaan masing-masing, Anggia yang lebih senang dengan tema sci-fi dan Brian yang lebih senang dengan tema medieval.Sehingga terciptalah ide untuk membuat game campuran dari 2 tema tersebut.

Boleh tahu karakter yang terdapat dalam Azure Saga terinspirasi darimana?

Anggia Lestari: Konsep awal kita terinspirasi dari game Star Ocean Classic dan Chrono Trigger.

Sekarang sudah sejauh apa proses peluncuran Azure Saga di Greenlight Steam?

Anggia Lestari: Sekarang sudah Greenlit (Approved by Steam) namun, sekarang kita sedang membenahi halaman Greenlight Steam kita agar nanti saat game-nya selesai development bisa langsung dirilis dan dinikmati oleh gamers.

Sementara untuk versi Demo bagaimana?

Anggia Lestari: Untuk sejauh ini demo belum dirilis untuk umum dan belum diketahui juga kapan akan dirilis demonya. Sekarang ini focus kami masih berada di development dan membuat game ini polished.

Brian: Untuk reviewer yang berminat untuk demo-nya bisa menghubungi kami untuk mendapatkan demonya.

Apakah ada pikiran untuk terbitkan game MOBA / RPG?

Anggia Lestari: Belum sih untuk sementara karena sekarang ini fokus kita adalah Azure Saga, mungkin dikemudian hari.

Brian: Namun bila game Azure Saga diterima dengan baik oleh gamers, kita berencana untuk menerbitkan expansion untuk game tersebut. Untuk Game Vimala sendiri sedang di re-launching di google play.

Menurut kalian, apa kesulitan sebagai Indie Developer?

Anggia Lestari: Resource walaupun banyak, tetapi yang memiliki skill ready untuk game development sekarang ini terbatas. Resource yang sekarang kita dapatkan memiliki basic skill yang lebih condong kearah programming untuk software dan apps tidak focus ke game development sehingga diperlukan waktu lagi untuk mempelajari skill yang diperlukan. (Baca juga: Headshot, Ini Trailer Sinematik Terbaru dari Sniper: Ghost Warrior 3!)

 

Nah, usai sudah sesi interview ekslusif Gamehubs Indonesia bersama Masshive Media. Kisah mereka sangat inspiratif bukan? Semoga kedepannya, Hubbers juga berani mengambil langkah seperti mereka untuk memajukan industri game di Indonesia!

Tags / Keywords:
Basmal Fagiansyah
Tentang Penulis
Writing.. Gaming... Watching....
Comments
Subscribe to Edge today
We need a new party member