Language:
Indonesia

Ninja Berikan Pendapat Soal Pemain yang Kecanduan Fortnite Battle Royale

By Christa Adventa On Dec 5, 2018

Image credit: Dexerto
Image credit: Dexerto

Game battle royale ternama di dunia, Fortnite: Battle Royale terus menjadi sorotan di kalangan pemain, khususnya pemain muda. Kepopulerannya mampu mengalahkan game battle royale saingannya, yang sempat rilis sebelum Fortnite: Battle Royale.

Di tengah kesuksesannya, game besutan Epic Games tersebut tidak hanya memiliki dampak positif yang memberikan keseruan bagi para pemainnya. Belakangan ini, Fortnite justru menjadi sorotan di kalangan orang tua, yang prihatin terhadap perkembangan anaknya.

Bagi yang belum tahu, beberapa hari lalu sempat beredar kabar mengenai orang tua, yang mengirimkan anaknya ke pusat rehabilitasi akibat kecanduan Fortnite. Beragam masalah terus berdatangan, dimana banyak orang menyalahkan game battle royale garapan Epic Games ini.

Di samping itu, beredar kabar mengenai beberapa pasangan suami istri yang cerai di Inggris, akibat bermain Fortnite. Kecanduan bermain game itu sendiri justru membuat streamer Fortnite ter-viral, Ninja mengungkapkan pandangannya.

Sampai sekarang, Ninja telah menghasilkan US$ 500.000 per bulan setiap siaran. Dilansir dari Game Rant, dia menempatkan kesalahan pada pemain-pemain muda yang kecanduan, serta menegaskan pada orang tua yang membiarkan anak-anaknya bermain di waktu yang tidak tepat atau terus-terusan.

Sebuah artikel di Bloomberg sempat mengutip kasus seorang ibu, dimana putranya menghabiskan 12 jam sehari untuk bermain Fortnite. Hal ini menjadi poin Ninja, yang menyatakan bahwa orang tua juga bertanggung jawab untuk mengelola waktu bermain anak.

Sifat adiktif Fortnite tidak hanya berlaku bagi anak-anak. Game ini juga sempat dikabarkan menyebabkan 200 kasus perceraian di Inggris pada 2018. Selain itu, organisasi kesehatan dunia atau WHO, secara resmi telah memasukkan kecanduan bermain game sebagai salah satu gangguan kesehatan mental. Sudah ada beberapa bukti masalah, yang membuat hal tersebut dianggap sebagai gangguan mental. Mulai dari orang yang berhenti bekerja dengan bermain seharian, teror, hingga meninggal dunia karena kelamaan bermain game.

 

 

Christa Adventa
Tentang Penulis
A nerdy alien who is having an interest in indie games, retro games, Nintendo, and cute stuffs. I will try to play horror games someday. Yay!
Comments
We need a new party member