Language:
Indonesia

Inilah Kekurangan Anime Boruto dibanding Naruto, Setuju Gak?

By Basmal Fagiansyah On Jun 22, 2017

 

image credit: thebitbag
image credit: thebitbag

Sebuah sekuel memang sering jadi kendala bagi para pembuat film. Terkadang pencapaiannya tidak selalu dipuji dibandingkan film perdananya. Malah banyak sekuel yang akhirnya gagal, dan pengembangannya berhenti ditengah jalan.

Hal ini tentu tidak berlaku di film saja. Dalam anime pun, kemungkinan gagalnya sekuel atau cerita penerus masih besar terjadi. Hal ini juga sangat mungkin menimpa anime yang sedang menjadi tren belakangan, Boruto: Naruto Next Generations.

Kehadiran Boruto untuk melanjutkan Naruto sebenarnya sampai saat ini masih diperdebatkan. Banyak yang mengatakan sudah, Naruto sudah cukup, tetapi tidak sedikit pula yang mengatakan masih kurang dan perlu lanjutan lewat generasi penerusnya, Boruto.

Ketika Boruto memasuki episode 1, anime ini masih mendapatkan perhatian publik. Siapa yang tidak penasaran dengan anak-anak dari karakter Naruto? Namun, setelah sampai pada episode terakhir yang dirilis, entah mengapa peminatnya makin berkurang dan terdengar biasa-biasa saja. Bayangkan anime Naruto, semakin hari peminatnya malah terus bertambah dan akhirnya menjadi tren. Apa kekurangan Boruto? Untuk lebih jelasnya mungkin kita harus membandingkan anime ini dengan pendahulunya, yakni anime Naruto. Berikut kita simak ulasannya!

Tidak ada rival sepadan

image credit: NerdReactor
image credit: NerdReactor

Mari ingat ketika anime Naruto episode pertama dirilis. Naruto saat itu sudah banyak memiliki musuh. Dari teman, warga sekitar, hingga bahkan dirinya sendiri. Berbeda dari Boruto yang dalam episode pertamanya saja, sudah memiliki satu sahabat baik yakni, Shikadai.

Bahkan sampai episode 12 anime Boruto ini, semua yang melawan Boruto sangat mudah dikalahkan. Boruto bahkan hanya mengeluarkan jurus-jurus ringan seperti Kagebunshin no Jutsu. Jika dibandingkan dengan Naruto sampai episode ke-12, salah satu ninja hebat, Zabuza, sudah muncul. Ketiadaan musuh kuat yang menjadi ‘pelampiasan’ Boruto mungkin yang membuat anime ini terkesan tidak keren. (Baca juga: Berhadiah Ratusan Juta, Yuk Ikut Turnamen Point Blank Nasional Antar Sekolah!)

Ceritanya kurang intens

Image credit: rewind.sk
Image credit: rewind.sk

Hampir tiap episode Naruto, selalu menceritakan hal-hal baru. Kemudian hal baru dalam anime tersebut membuat penasaran dan memaksa penonton untuk menantikan episode selanjutnya. Nah, hal seperti ini yang hampir tidak didapat dalam anime Boruto.

Dari satu episode ke episode lainnya, Boruto selalu berhasil membuat suasana kembali normal. Satu-satunya yang menganggu dalam anime tersebut adalah tentang mata ‘Tenseigan’ dan ‘bayangan’. Bahkan Boruto perlu menghabiskan 12 episode untuk mengungkap bayangan misterius itu.

Lupakan soal pembahasan Tenseigan yang tiba-tiba hilang begitu saja saat pertengahan episode. Soal bayangan pun dijadikan kisah selipan diantara banyaknya percakapan Boruto dan teman-temannya. Kita mungkin hampir bosan mendengar Boruto terus berbicara betapa dia sangat membenci ayahnya sebagai Hokage. Berbeda jika Naruto berbicara ingin menjadi Hokage dahulu. Naruto tidak mengeluh dan menggerutu.

Terkesan sangat lamban

Image credit: Animesouls
Image credit: Animesouls

Seperti yang sudah dikatakan di atas, Boruto butuh 12 episode untuk mengungkap bayangan misterius. Jangan tanya soal kapan misteri di awal episode Boruto akan terungkap, bila alurnya lamban seperti ini. Jika dibandingkan dengan Naruto, pada episode 20an dia sudah bertemu banyak tokoh penting, termasuk Gaara.

Mungkin alur cerita Boruto memang sengaja dibuat lambat. Agar banyak plot solid yang akhirnya mampu membuat penonton bergairah untuk menonton pada episode pertengahan hingga akhir nanti. Atau minimal (mungkin) filler yang menjadi tren Naruto sedikit berkurang porsinya berkat alur lamban yang tersaji dalam Boruto.

Adegan Action yang minim

Image credit: Darkness Kawaki on YouTube
Image credit: Darkness Kawaki on YouTube

Sejauh ini, Shikadai sudah dapat memakai jurus pengendali bayangan ala Shikamaru. Kemudian Boruto sudah bisa memancarkan mata yang mampu melihat cakhra, terakhir Mitsuki dengan jurusnya yang mirip dengan Orochimaru. Selebihnya Naruto bahkan belum beraksi keren dan hanya terlihat memamerkan jurus Kagebunshin no Jutsu yang makin hebat.

Coba bandingkan dengan Naruto terdahulu. Setidaknya pada episode lima ke atas, tim tujuh sudah hampir terbentuk. Mereka saling bertarung di bawah bimbingan Kakashi. Banyak aksi-aksi keren yang ditunjukkan oleh Naruto serta kawan-kawannya meski mereka adalah anak-anak.

Sementara dalam anime Boruto terlihat sang shinobi yang ada dalam Konoha masa sekarang lebih kalem dan rileks. Dunia itu bahkan sudah dipenuhi oleh warga biasa yang tidak bisa mengeluarkan jutsu sama sekali. Tidak ada serangan dari luar kecuali ‘ghost’.

Karakter yang kurang dapat terhubung dengan penonton

Image credit: Naruto Legacies
Image credit: Naruto Legacies

Bila disebutkan karakter mana yang menjadi favorit dalam anime Naruto, mungkin jawaban Hubbers akan berbeda-beda. Bahkan seorang tokoh villain seperti Pain pun dapat memiliki banyak fans. Hal ini tentunya berbeda dengan anime Boruto.

Mungkin jika Mitsuki atau Shikadai tewas dalam pertempuran sengit, penonton tidak akan menangis, terkejut mungkin. Tidak akan sama rasanya ketika para penonton kehilangan Jiraaiya. Bila kalian sependapat, mari akui karakter dalam anime Boruto masih kurang kuat bila dibandingkan dengan anime Naruto.

Kesimpulan

Image credit: VizMedia
Image credit: VizMedia

Membandingkan Naruto dan Boruto yang sampai saat ini baru berjalan 12 episode, memang terkesan tidak adil. Namun, jika Hubbers adalah penikmat Naruto sedari dulu, pasti dapat merasakan sedikit kebosanan saat menonton Boruto: Next Generations. Mungkin jika dia bukan keturunan dari Boruto, anime Shinobi ini tidak akan dilirik orang banyak.

Satu-satunya alasan jelas, mungkin karena Boruto akan dikisahkan secara panjang. Seolah sang kreator tidak ingin terburu-buru untuk menyelesaikan cerita. Banyaknya plot yang ingin diungkapkan mungkin juga bisa menjadi alasan para pembuat anime ini membedakan alur cerita ini dari Naruto.

Semoga saja kedepannya anime Boruto dapat terus berkembang dan tetap sesuai jalurnya. Tidak membosankan, tidak menyebalkan, dan tentunya harapan kita bersama: tidak banyak adegan filler. (Baca juga: Naruto VS Attack on Titan, Mana yang Lebih Baik?)

Tags / Keywords:
Basmal Fagiansyah
Tentang Penulis
Writing.. Gaming... Watching....
Comments
Subscribe to Edge today
We need a new party member