Language:
Indonesia

Heboh, Malaysia Blokir Game Ini Karena Isu Agama!

By Aditia On Sep 10, 2017

Image credit: PQubeGames
Image credit: PQubeGames

Sebuah game fighting 2D berjudul Fight of Gods mendadak kontroversial dan menghebohkan Negeri Jiran. Banyak dewa dijadikan karakter dalam game seperti Buddha, Odin, Zeus, dan Anubis. Mereka dilibatkan dalam pertarungan satu lawan satu untuk memimpin suatu dunia. Sebenarnya ini bukan kali pertama dalam dunia game yang mengambil sudut pandang tersebut, ada pula game berjudul Faith Fighter, dimana pemain dapat memilih kepercayaan tertentu dan menyerang musuh. Kedua game tersebut bersifat kontroversi di kalangan umat Nasrani. Meskipun kenyataannya tidak sesuai seperti yang diharapkan oleh pengembang game.

Fight of Gods sendiri masih dalam status  Early Access dan belum dapat dimainkan penuh. Meski demikian, trailer permainan ini sudah diluncurkan dan bisa ditonton oleh para pemain. Nahas, salah satu pemimpin agama di Malaysia, Mohd Asri Zainal Abidin mengatakan kepada reporter The Sun bahwa pemerintah Malaysia harus segera melarang permainan ini atau memblokir link unduh untuk menghindari potensi ketegangan di antara umat beragama.

"Agama apa pun dan seluruh pemimpin agama yang rasional tentu akan mengutuk permainan ini, karena pada dasarnya tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan berkelahi satu sama lain," ujar Mohd seperti yang dikutip dari PC Gamer.

Berbagai kecaman terus dilakukan oleh pemerintah Malaysia. Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia memberikan kesempatan pada pihak Steam selama 24 jam untuk menghapus unduhan Fight of Gods di negara tersebut. (Baca juga: Rasakan Sensasi Bertarung dengan Para Dewa dan Pejuang di War of Heroes)

"Jika gagal, kami akan mengambil tindakan lebih lanjut," ujar menteri dalam pernyataan yang dikirimkan ke media The Star. "Ini berkaitan dengan kepentingan umum, di mana langkah harus diambil secepatnya agar konten tersebut tidak kembali membahayakan orang lain," lanjutnya.

Sedangkan dari pihak developer Digital Crafter dan penerbit PQube mengatakan bahwa game ini tidak mempromosikan unsur agama dan tidak dirancang untuk menyinggung perasaan. Berdasarkan pernyataan yang ditulis di Kotaku UK, pihaknya juga mengungkapkan bahwa dalam deskripsinya, game ini didistribusikan dengan memberikan panduan yang jelas mengenai informasi game dan konten-konten lainnya, sehingga pemain bisa memilih ingin atau tidak memainkan game tersebut.

"Kami merasa kecewa bahwa kebebasan dalam memilih tidak diberikan oleh semua orang dan khususnya game ini telah dihapus penjualannya di Malaysia, meskipun tidak ada komunikasi langsung yang diterima oleh kami atas alasan tersebut.  Meski demikian, kami sangat menghargai aturan dan penyensoran yang dilakukan di wilayah mana pun," lanjut pihak developer.

Sampai detik ini, developer PQube masih menghubungi tim Valve untuk menangani masalah penyensoran dan pemblokiran game tersebut di Negeri Jiran. Pihaknya akan mengumumkan kembali jika Valve menanggapi pernyataannya. (Baca juga: Gak Mahal-mahal Banget Kok, 5 Keyboard Gaming Ini Kece Berat!)

Aditia
Tentang Penulis
Work Smart Play Hard
Comments
Subscribe to Edge today
We need a new party member