Language:
Indonesia

Bukannya Sukses Seperti MLBB, 5 Game MOBA Ini Malahan Bangkrut

By Basmal Fagiansyah On May 22, 2018

Image credit: Leviathyn
Image credit: Leviathyn

Jika ada dua genre yang sedang mengalami popularitas tinggi beberapa tahun terakhir sampai sekarang. Mungkin kebanyakan gamers bakal mengucap Moba atau Battle Royale. Khusus Moba sendiri bila menyebutkan genre satu ini, pasti orang akan langsung teringat Dota 2, League of Legends, atau malah Mobile Legends: Bang Bang.

Sebenarnya, genre Moba tidak sebatas berkutat pada judul video game itu saja. Beberapa judul game lainnya masih banyak yang memainkan, namun popularitasnya saja yang tidak begitu terkenal. Bahkan beberapa game Moba di bawah ini terpaksa ditutup oleh para developer atau publisher-nya sendiri. Alasanya pun beragam. Dari mulai sepi pemain, hingga memang perusahaan developer itu tidak sanggup menghadapi tekanan finansial yang melanda perusahaanya. Kira-kira apa saja video game Moba yang ditutup alias bangkrut? Simak ulasannya berikut ini!

Paragon

Salah satu Moba bernasib sial yang terpaksa tutup adalah Paragon. Jika kamu meragukan kualitas game satu ini, Epic Games yang juga merancang Fortnite Battle Royale adalah developer-nya. Tidak ada alasan resmi mengapa Paragon harus ditutup Epic Games. Padahal baru masuk fase Early Access, Epic Games mengaku sudah mendapatkan 7 juta pemain. Namun faktanya, umur Paragon hanya sampai tanggal 26 April kemarin saja. Banyak pemain beropini kalau saja Paragon meluncur secara gratis sejak awal Early Access, nasibnya akan berbeda seperti sekarang.

Super Monday Night Club

Tidak ada yang menyangka sebelumnya jika game Moba Super Monday Night Club ini akan ditutup. Padahal menurut data yang beredar, jumlah pemain aktif dalam game ini tidaklah sedikit. Rata-rata ada dua juta orang mengakses video game tiap harinya. Super Monday Night Club terpaksa ditutup karena adanya masalah kebijakan pemerintah. Jadi, Uber Entertaiment selaku pembuat game tersebut akan terlibat masalah dengan kebijakan GDPR (General Data Protection Regulation) jika mereka tidak mengganti sistemnya sampai 25 Mei nanti.

Sementara untuk mengganti sistem dalam game dibutuhkan  biaya yang tidak sedikit. Alhasil Uber Entertaiment lebih memilih untuk menyudahi kesuksesan Super Monday Night Club. GDPR sendiri adalah sebuah peraturan uni Eropa tentang privasi seseorang secara online. Rencananya Super Monday Night Club akan menutup server pada tanggal 23 Mei 2018.

Tags / Keywords:
Basmal Fagiansyah
Tentang Penulis
Writing.. Gaming... Watching....
Comments
We need a new party member