Language:
Indonesia

Dicap Produk Gagal, 5 Konsol Game Ini Tidak Dijual Secara Masal!

By Basmal Fagiansyah On Jul 11, 2017

Image credit: Pordzilla
Image credit: Pordzilla

Hampir empat dekade sejak konsol game pertama kali dirilis. Banyak sekali konsol game yang telah menemani kehidupan para gamer sejak jaman dulu. Mungkin yang terlintas pertama kali di pikiran saat berbicara tentang konsol game adalah PlayStation, Xbox, atau Nintendo.

Tapi tahukah kamu kalau ternyata banyak konsol game lainnya yang dulu sempat diproyeksikan untuk menguasai pasar pada jamannya? Namun kenyataan justru berkata sebaliknya, ternyata banyak sekali konsol game yang tidak laku di pasaran bahkan memasuki pasar dan dijual secara bebas pun belum sempat!

Nah, berikut ini ada daftar beberapa konsol game yang pernah dibuat, tetapi tidak pernah dijual secara masal di pasaran karena dicap sebagai produk gagal:

Sega Neptune

Image credit: Sonic.Wikia
Image credit: Sonic.Wikia

Saat pertengahan tahun 90-an, Sega merupakan salah satu perusahaan game yang cukup tangguh. Mereka banyak sekali mengeluarkan produk konsol contohnya seperti, Sega Genesis, Sega CD, 32X, 32X CD, Game Gear, Pinco, Saturn, dan Master System. Bahkan mereka juga sempat merilis CDX, konsol hasil kombinasi dari Sega Genesis dan Sega CD. Kemudian ada juga Nomad dan satu konsol yang masih dalam rancangan, Sega Neptune.

Sega sengaja mendesain Neptune sebagai penerus dan gabungan dari konsol Genesis dan 32X. Tapi coba lihat saja daftar konsol yang sudah disebutkan di atas, sudah terlalu banyak jumlahnya. Beruntung, Sega Neptune tidak jadi diluncurkan dan Sega langsung beralih ke Sega Saturn. (Baca juga: Mau Nonton Spider-Man: Homecoming? Baca Ini Dulu, Deh!)

Ultravision Video Arcade System (1982)

Image credit: PCMag
Image credit: PCMag

Video Arcade System (VAS) merupakan game konsol yang dirancang oleh Ultravision. Saat itu Ultravision menjanjikan banyak hal kepada konsumen bila membeli VAS. Dari mulai dapat menayangkan siaran televisi melalui layar 10 inchi yang berwarna, dapat memainkan game, hingga komputer bertenaga.

Video game yang dapat dimainkan oleh VAS tadinya berasal dari game-game milik Atari 2600 dan Colecovision. Sayang, meski sudah digembar-gemborkan, entah mengapa keberadaan VAS tidak sampai ke tangan publik.

Atari Jaguar Duo (1995)

Image credit: Techeblog
Image credit: Techeblog

Kasusnya hampir sama dengan Sega Neptune. Saat itu Atari ingin membuat sebuah konsol gabungan dari yang sudah ada sebelumnya. Konsol yang digabungkan adalah Atari Jaguar dan Atari Jaguar versi CD-ROM.

Bahkan konsol ini pernah disebut-sebut akan menyaingi konsol dari PlayStation, dan Sega Saturn. Namun sayang hasil dari persaingan itu tidak pernah dapat diketahui, Atari Jaguar Duo tidak pernah diproduksi secara masal.

Konix Multisystem (1989)

Image credit: Primy Retro
Image credit: Primy Retro

Konix merupakan salah satu perusahaan asal Inggris yang lumayan aktif di industri game pada masanya. Saat itu mereka rajin membuat controller game untuk konsol lain. Mungkin dikarenakan sudah bosan hanya membuat controller saja, Konix akhirnya memutuskan untuk mencoba membuat konsolnya sendiri.

Mereka berhasil membuat rancangan game bernama Multisystem dengan mengandalkan fitur kontroler yang dapat diganti-ganti. Para pengguna konsol itu dapat menggunakan stir mobil hingga stir motor. Namun, sebelum sempat meluncurkan konsol Multisystem, perusahaan Konix memiliki masalah keuangan yang cukup dramatis. Entah mengapa setelah mereka berniat mengumumkan Multisystem, para investor enggan berinvestasi di Konix lagi.

Panasonic M2 (1997)

Image credit: Techeblog
Image credit: Techeblog

Proyek M2 sebenarnya dimulai oleh 3DO, M2 sebenarnya merupakan sebuah produk sequel melanjutkan seri 3DO Interactive yang dirilis pada tahun 1993. Setelah beberapa tahun dalam proses pengembangan, akhirnya 3DO menjual teknologi M2 kepada Panasonic. Berkat adanya teknologi itu, Panasonic pun siap untuk memasuki pasar game dengan M2. Namun entah mengapa, peluncuran M2 dibatalkan begitu saja oleh Panasonic.

Selang satu tahun kemudian, Panasonic akhirnya datang dengan multimedia player Panasonic FZ-21S. Gadget itu merupakan hasil pengembangan dari M2, dan sempat dirilis namun tidak diperuntukkan bagi konsumer. Teknologi multimedia itu akhirnya menjadi dasar sistem elektronik bagi ATM, vending machine,  dan kios informasi yang masih digunakan hingga sekarang. (Baca juga: Ketika Gamer Terjun ke Dunia Politik, Bagaimana Jadinya?)

Tags / Keywords:
Basmal Fagiansyah
Tentang Penulis
Writing.. Gaming... Watching....
Comments
Subscribe to Edge today
We need a new party member