Language:
Indonesia

Bermain Game Kekerasan Dapat Memicu Tindakan Agresi Fisik?

By Christa Adventa On Oct 4, 2018

Image credit: Boing Boing
Image credit: Boing Boing

Belakangan ini, banyak analis, pengamat, maupun ahli kesehatan membuat analisis dan laporan mengenai dampak negatif dari video game. Setelah kemarin para ahli medis melaporkan penyakit kecanduan bermain game, kini muncul sebuah analisis baru. Dalam analisis terbarunya mengklaim, bahwa video game bersifat kekerasan dapat menimbulkan sifat agresi fisik pada pemainnya. Laporan tersebut nampaknya masih berkaitan dengan hubungan antara kesehatan mental dan game.

Dilansir dari GameSpot, studi mengenai dampak game kekerasan ini diterbitkan di Proceedings of National Academy of Sciences. Dalam laporannya tercatat, bahwa para peneliti sempat meneliti 17.000 remaja berusia 9 sampai 19 tahun, antara tahun 2010 sampai 2017. Mereka pun menyimpulkan, bermain game kekerasan dapat mengarah ke peningkatan agresi fisik dari waktu ke waktu. 

Situs USA Today melaporkan, bahwa meta-analisis ini meninjau 24 studi dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Jerman, dan Jepang. Hal tersebut menunjukkan, para pemain remaja yang memainkan game kekerasan, juga dapat meningkatkan risiko perilaku kekerasan. Jay Hull, penulis dari studio ini mengatakan, "Dampaknya relatif kecil, tetapi secara statistik dapat diandalkan." Namun, bisa disimpulkan pendapat Hull belum 100 persen benar, sehingga dia mengatakan dampaknya hanya sebagai kemungkinan saja.

Sementara itu, Entertainment Software Association, kelompok yang melobi dan mengelola acara E3 menolak hasil studi tersebut. Mereka menyatakan, "Mahkamah Agung Amerika Serikat, para ahli medis terkemuka, termasuk US Surgeon General, dan para pelajar telah menyimpulkan secara pasti bahwa tidak ada hubungan antara video game dan kekerasan." 

Juru bicara ESA melanjutkan, "Yang benar adalah kejahatan kriminal telah berkurang secara dramatis sejak awal 1990-an, ketika video game terus meningkat dan populer. Hal ini juga sangat dipertanyakan untuk mengaitkan karakteristik dalam penelitian tersebut. Video game serupa yang telah dimainkan di AS juga dinikmati oleh seluruh pemain di dunia, dan tidak ada kecenderungan tren kekerasan kriminal secara internasional seperti yang diklaim oleh penulis."

Bagaimana menurut Hubbers? Apakah setuju dengan pendapat ESA atau analisis tersebut?

 

 

Christa Adventa
Tentang Penulis
A nerdy alien who is having an interest in indie games, retro games, Nintendo, and cute stuffs. I will try to play horror games someday. Yay!
Comments
We need a new party member