Language:
Indonesia

BEKRAF Game Prime 2017, Ngobrol Bareng Studio Game Inspiratif Ini Yuk!

By Basmal Fagiansyah On Jul 31, 2017

Dalam ajang festival industri game terakbar di Indonesia, BEKRAF Game Prime 2017 lalu, Gamehubs Indonesia berkesempatan berpartisipasi sebagai official media partner. Dari sekian banyak hal menarik, Gamehubs Indonesia juga memiliki kesempatan untuk melakukan sesi wawancara dengan sebuah studio game terkenal asal Malaysia, Kurechii yang juga hadir pada kala itu.

Kurechii, studio game satu ini terkenal sebagai pengembang game keren yang cukup terkenal, Tiny Guardians. Lewat kesempatan yang ada, tim Gamehubs Indonesia berhasil menjalani sesi tanya jawab dengan selaku P'ng Yi Wei Founder dan Direktur dari Kurechii dalam membahas seputar dunia industri game. Untuk lebih lengkapnya, langsung saja simak hasil interview tim Gamehubs Indonesia berikut ini!

Halo, Apa Kabar? Langsung saja nih tim Gamehubs Indonesia mau ngobrol! Dari total sembilan game yang telah diciptakan oleh studio kalian mana yang paling berkesan untuk dikembangkan?

Hi, baik! Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah Tiny Guardians. Ya, Tiny Guardians adalah game yang paling sulit. (Baca juga: Mengejutkan, Game Seru Ini Diadaptasi Jadi Anime)

Kenapa? Apakah karena proses pengembangan itu sendiri atau karena hal lainnya?

Okay, hal ini dikarenakan Tiny Guardians membutuhkan waktu pengembangan sekitar 28 bulan. Tiny Guardians adalah game inovasi dari kami dan menemukan banyak tantangan dalam pengerjaannya. Salah satu contohnya, game ini adalah Tower Defense tapi tanpa Tower, jadi kami harus menentukan bagaimana karakter yang ada mati tanpa ada serangan dari Tower dan sebagainya.

Proses awal pengerjaannya sendiri ketika kami membuat game Tiny Guardians sekitar enam bulan, kemudian kami melanjutkan proses bagian akhir sekitar 12 bulan. Setelah game ini selesai, dan kami mencoba memainkannya ternyata tidak menyenangkan. Kami mencoba segala sesuatu untuk membuatnya menyenangkan, setelah mencoba untuk memainkan ternyata tidak menyenangkan sama sekali.

Kemudian setelah selesai dan mencobanya, kami juga dihadapkan pada putusan, apakah game ini harus dibatalkan atau tetap dilanjutkan, karena kami sudah tidak memiliki dana sama sekali. Kami juga mengalokasikan dana untuk enam bulan, kemudian pengerjaannya ternyata memakan waktu sampai dua belas bulan. Kami benar-benar berjuang saat itu. Tantangannya sebenarnya terdapat pada tim kami sendiri.

Tiny Guardians adalah pengalaman pertama kami. Jadi memang membutuhkan waktu yang lama untuk mengerjakannya. Semua kru sudah sangat stress pada waktu itu. Bahkan saya sendiri juga sangat stress, saya harus mencari dana untuk melanjutkan pengembangan game kami ini. Akan tetapi berkat Tiny Guardians, kami menjadi lebih berkembang. Jadi, dari game tersebut kami dapat belajar bagaimana mengatur game, bagaimana mengatur waktu, bagaimana membuat desain dan animasi game yang lebih baik.

Jadi, meskipun Tiny Guardians sangat sulit akan tetapi sangat sepadan dengan perjuangannya?

Iya, benar sekali.

Sebelumnya, kami telah mengetahui dari presentasi kalian, bahwa semua game yang kalian buat adalah premium bukan freemium, ada alasan khusus mengapa premium yang kalian pilih?

Alasan kami sebenarnya sederhana. Tim kami selalu fokus untuk membuat game-game yang menyenangkan. Kami tidak mempunyai waktu lagi untuk bagaimana merancang game ini bisa menghasilkan uang seperti game freemium pada umumnya. Tim kami tidak dilengkapi dengan kemampuan seperti itu.

Contohnya ketika kamu membuat game freemium, kamu harus menambahkan banyak iklan dan memiliki pengetahuan seputar itu. Pada saat itu kami fokus untuk membuat bagaimana game menjadi banyak diunduh Untuk membuat premium game juga lebih mudah daripada freemium, kamu tinggal membuat game ini menyenangkan, cukup sempurna, dan mendapatkan banyak review, itu sudah bagus.

Premium game juga membuat tim kamu harus mengeksplor banyak ide terbaru. Jika kamu membuat game freemium kamu harus melayani game-nya itu, serta menambahkan konten terbaru untuk para pemain agar tetap aktif. Sementara bagi tim kami, kami ingin membuat sesuatu yang baru, sesuatu yang lebih menyenangkan. Jadi karena itulah kami lebih fokus pada premium game.

Untuk Kurechii, studio itu tampaknya memiliki kru yang solid, apakah ada saran bagi para pemula bagaimana membentuk tim yang solid?

Saran saya bagi para tim muda, cobalah tumbuh sebagai sebuah tim. Cobalah untuk tidak individual, sebagai artis atau sebagai progammer, sehingga ketika kamu membuat game dan sudah menyelesaikannya, kemudian ingin membuat game terbaru tim tidak perlu di-restart.

Jadi ketika kamu mebuat game terbaru, jangan hanya belajar bagaimana mengembangkan game itu, belajar juga bagaimana mengelola tim yang baik. Kebanyakan orang tidak melakukan hal itu, ketika mereka mengerjakan game, dan game itu sudah selesai, mereka sudah tidak menjadi tim lagi, langsung mengerjakan urusan masing-masing.

Kamu tidak belajar banyak, ketika membuat game pertama kali. Ketika game itu sudah diterbitkan dan mendapatkan perhatian kemudian kamu memutuskan untuk membuat game kedua, saat itulah kamu baru belajar. Kamu harus berusaha menyelesaikan masalah dari game sebelumnya bersama. Karena jika kamu menyelesaikan masalah ini bersama sebagai tim, lagi dan lagi, kamu akan tumbuh lebih cepat.

Jadi kuncinya menurut kalian adalah terus melakukan hal bersama kemudian tim akan menjadi solid dan lebih baik pada waktunya?

Iya tepat sekali. Selesaikan game, terbitkan, dan belajar. (Baca juga: Beri Bocoran, RPG Keluaran Bandai Namco Ini Bikin Heboh!)

Selanjutnya mengenai manejemen keuangan, bagaimana kalian mengatur cash flow agar tetap stabil sebagai studio game? Sebelumnya, kalian pernah mengatakan bahwa keuangan Kurechii pernah jatuh, bagaimana kalian mengatasi hal tersebut?

Salah satu keuntungan kami adalah kami memulainya dari sebuah flash game. Ketika kami menyelesaikan flash game, kami mendapatkan sedikit uang. Meskipun uang itu tentunya tidak berjumlah banyak, tetapi flash game yang kami buat bisa dijadikan portfolio untuk mendapatkan pinjaman atau sebagai bahan pertimbangan publisher.

Kemudian ketika isu finansial mulai mendesak janganlah sungkan untuk berbicara dengan para anggota tim. Tapi jangan katakan kamu sudah tidak memiliki uang, katakan saja dana yang kamu miliki hanya tersisa untuk beberapa bulan lagi. Terkadang ini penting untuk dijelaskan kepada para anggota tim.

Setelah itu, cobalah untuk mencari pinjaman agar game kamu tetap stabil. Saya tahu beberapa orang pasti pernah menyarankan jangan gunakan duit orang tua atau hal yang lainnya, tapi menurut saya lakukan apa yang perlu kamu lakukan untuk mendapatkan uang agar game kamu selesai. Menjaga janji kamu juga adalah hal yang penting disini.

Jadi, kedepannya kamu tidak akan sulit lagi untuk mendapatkan dana dari pinjaman karena kamu memiliki reputasi yang bagus di mata mereka. Ini semua tentang komunikasi yang baik, ketika kamu berbicara soal isu finansial kepada tim, mereka jadi bisa mempersiapkan segala sesuatunya.

Menurut kamu cara apa yang paling terbaik untuk mempromosikan sebuah game?

Pertama satu hal yang paling penting adalah soal kualitas. Kualitas akan berbicara sendiri. Jika kamu memiliki game yang bagus kualitasnya, para media pun pasti akan sulit untuk menolak membahasnya. Banyak game yang dirilis tiap harinya, jadi buatlah sesuatu yang benar-benar bagus sehingga mereka sulit untuk menolaknya.

Hal kedua adalah kamu perlu belajar bagaimana mengkomunikasikan game kamu ke orang-orang dengan sangat jelas. Contohnya seperti Tiny Guardians, kami mengubah tagline dari Tiny Guardians dari “Tower Defense with a Twist”, menjadi “Tower defense without Tower.”

Kamu lihat Twist adalah penjabaran yang unik, tapi masih belum cukup jelas. Unik dalam hal apa? Maka kami menggantinya menjadi Tower defense without tower yang menjelaskan cukup detail bahwa game ini unik, karena bertipe tower defense tetapi tanpa tower.

Apakah ada saran dari kamu untuk para studio game pemula yang baru ingin berkecimpung dalam industri game?

Selesaikanlah game! Hahahaha. Kamu akan bertambah baik jika game sudah selesai dan dipasarkan. Kami membuat game bertahun-tahun dan ternyata hasilnya mengecawakan. Kamu harus belajar untuk menerima itu.

Kamu tidak akan bisa belajar dari para pemain yang mengatakan game ini keren, bagus, dan lain sebagainya jika kamu tidak bisa menerima komentar dari mereka dengan baik. Ketika kamu bisa menerima kritikan, maka kamu bisa mengidentifikasikan hal itu sebagai masalah. Karena jika kamu tidak bisa mengidentifikasikan masalah, kamu tidak akan bisa menyelesaikan masalah.

Bisa kamu ceritakan sedikit tentang game Post Knight?

Post Knight adalah sebuah game yang terinspirasi waktu saya pergi ke Tokyo. Disana banyak sekali orang-orang memainkan game di smartphone hanya dengan satu tangan, kemudian tangan yang lain memegang koper. Kemudian saya berpikir, apakah bisa saya membuat game yang hanya membutuhkan satu tangan untuk dimainkan? Karena selama ini game yang kami buat selalu membutuhkan dua tangan.  

Pertanyaan terakhir, apakah saat ini kalian berniat untuk membuat game PC?

Sebenarnya, hampir semua game yang kami buat berbasis PC. Namun saat ini, kami sedang fokus untuk mencoba platform Steam. Sekarang saya belum bisa menceritakan banyak tentang judul dan gameplaynya karena semua masih dalam proses pengembangan. Saya dapat pastikan game ini adalah premium dan terdapat di Steam. (Baca juga: Emago, Steam Versi Indonesia yang Bakal Dicintai Para Gamer!)

 

 

(Basmal Fagiansyah)

Basmal Fagiansyah
Tentang Penulis
Writing.. Gaming... Watching....
Comments
Subscribe to Edge today
We need a new party member