Language:
Indonesia

Akibat Ulah Gamer Call of Duty: WWII, Satu Orang Tak Bersalah Tewas

By Basmal Fagiansyah On Jan 1, 2018

Image credit: Movieweb
Image credit: Movieweb

Kali ini kejadian duka melibatkan satu orang warga sipil dari Kansas, Amerika Serikat. Andrew Finch dinyatakan tewas di tempat akibat ulah beberapa gamer yang tidak bertanggung jawab lewat tindakan ‘prank’ yang dikenal dengan sebutan Swatting. Kejadian ini diketahui pada tanggal 28 Desember 2017 lalu.

Swatting adalah sebuah prank yang belakangan sedang menjadi tren di dunia maya dengan cara memanggil tim S.W.A.T atau polisi ke tempat orang yang ingin dikerjai. Menurut Gamerant, Andrew Finch tewas akibat Swatting yang dilakukan oleh pemain Call of Duty: WW2 yang sedang terlibat perjudian dengan jumlah hanya US$1,50 saja.

Jadi ceritanya ketika kedua pemain Call of Duty: WWII itu kalah dalam sebuah pertandingan yang mengandung unsur perjudian, mereka pun beradu argumen. Salah satu dari pemain itu pun mengancam pemain lainnya akan melakukan Swatting. Sayangnya pemain yang diancam memberikan alamat rumah Andrew Finch.

Tim polisi pun segera datang ke rumah Andrew Finch. Menurut Lisa, ibu dari Andrew, polisi datang ke rumahnya karena menurut laporan ada sebuah aksi penyanderaan yang dilakukan di rumah tersebut. Kebetulan Andrew Finch sedang berada di rumah. Tanpa maksud curiga atau apapun, Andrew langsung membukakan pintu kepada polisi yang berada di depan rumahnya sendiri. Padahal Andrew saat itu tidak bersenjata dan tidak ditemukan satu pun senapan atau senjata lain yang membahayakan di rumah itu.

Pihak polisi langsung menembak Andrew Finch yang sedang berada di depan pintu, sehingga beliau langsung tewas seketika. Polisi pun langsung berusaha mengungkap siapa dalang dibalik tindakan Swatting ini. Jika tertangkap, mungkin hukuman yang diterima oleh para pelaku akan sangat berat. Karena selain menyebabkan hilangnya nyawa, mereka juga telah membuat laporan palsu kepada polisi sehingga pihak yang berwenang salah informasi.

Apapun alasannya, Swatting adalah tindakan ilegal. Di Indonesia sendiri, ‘prank’ seperti ini dapat diganjar dengan hukuman yang cukup berat. Pelaku yang memberikan laporan palsu dapat dijerat pasal 242 juncto 220 KUH Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun penjara. Well, jangan pernah coba-coba ya Hubbers!

SIMAK JUGA BERITA SEPUTAR GAME LAINNYA DI GAMEHUBS.COM

Tags / Keywords:
Basmal Fagiansyah
Tentang Penulis
Writing.. Gaming... Watching....
Comments
We need a new party member