Language:
Indonesia

5 Studio Game Terkenal Ini Terpaksa Gulung Tikar, Mengapa?

By Christa Adventa On Feb 26, 2018

Sebuah game maupun industri game sukses, belum tentu berakhir baik. Banyak alasan yang membuat developer game terpaksa berhenti atau ditutup. Padahal, selama ini, Hubbers tentu mengetahui perusahaan-perusahaan tersebut tidak akan mengalami penutupan atau bangkrut, karena game-game yang dirancangnya tebrilang sukses dan banyak dibeli oleh penggemarnya.

Akan tetapi, ada saatnya perusahaan game tidak dapat bertahan, karena alasan-alasan lain seperti masalah finansial, mengambil alih proyek sukses, dan lainnya. Kali ini, Gamehubs akan mengulas lima perusahaan game terkenal yang terpaksa tutup. Penasaran? Simak ulasannya berikut ini:

 

THQ

Toy Headquarters atau yang akrab disebut THQ ini merupakan salah satu perusahaan video game yang sebelumnya berkembang pesat. Developer ini sempat menggarap berbagai judul game ternama seperti Darksiders, Saints Row, Homefront, dan masih banyak lagi. THQ mulai tidak berfungsi pada 2013 lalu, karena masalah finansial.

Selama bertahun-tahun, THQ menggarap sejumlah game bagus yang disukai oleh para pemainnya. THQ mengungkapkan, meskipun judul game besar eksis, tidak dapat menutupi masalah yang ada. Salah satunya yang tersisa hanya THQ Nordic.

Ensemble Studios

Developer yang satu ini juga termasuk perusahaan video game yang menggarap berbagai judul game strategi terkenal. Judul game ikonik yang pernah dibuatnya adalah Age of Empires dan sekuelnya, Age of Mythology, Halo Wars, dan Star Wars Galatic Battlegrounds. Ensemble Studios seringkali dijuluki sebagai pemimpin genre strategi sepanjang sejarah game.

Meskipun demikian, hal itu tetap saja tidak membantu mereka untuk mengembangkan perusahaan tersebut. Setelah melakukan PHK besar-besaran, Microsoft menutupnya pada 2009.

Guerrilla Cambridge

Sebelumnya, Guerrilla Cambridge dikenal sebagai Millenium Interactive. Developer ini merupakan salah satu perusahaan yang merancang judul game PlayStation terkenal seperti Frogger versi remake, serial MediEvil, dan Little Big Planet versi PSP. Pada 1997, Sony membeli Guerrilla Cambridge dan akhirnya bergabung menjadi Guerrilla Games. Tindakan ini berguna untuk membantu pengembangan franchise Killzone.

Pada Januari 2017 lalu, Sony menutup studio tersebut bersamaan dengan franchise Killzone. Game terakhir yang dibuatnya adalah Killzone: Mercenary dan RIGS untuk PS4.

Tags / Keywords:
Christa Adventa
Tentang Penulis
A nerdy alien who is having an interest in indie games, retro games, Nintendo, and cute stuffs. I will try to play horror games someday. Yay!
Comments
We need a new party member