Language:
Indonesia

Tiga Perusahaan Game Korea Didenda Hampir 12 M Karena Loot Boxes!

By Christa Adventa On Apr 11, 2018

Image credit: KotakGame
Image credit: KotakGame

Rupanya isu microtransaction maupun loot boxes di industri video game masih kontroversi hingga sekarang. Unsur tersebut seringkali dianggap sebagai bentuk judi dan pemerasan terhadap para pemainnya. Bagaimana tidak?

Unsur microtransaction selalu menuntut Hubbers untuk membayar konten tambahan, maupun loot boxes atau gacha untuk mendapatkan kosmetik yang diharapkan.

Berkaitan dengan microtransaction, baru saja tiga perusahaan game terbesar asal Korea Selatan terpaksa didenda hampir US$ 1 juta, karena unsur loot boxes.

Ketiga perusahaan game yang dikenakan denda adalah Nexon, NextFloor, dan Netmarble. Perusahaan tersebut terpaksa didenda hampir US$ 1 juta atau Rp, 13 miliar oleh Komisi Perdagangan Korea. Hal ini dikarenakan bahwa tiga perusahaan game memasukkan loot boxes ke dalam beberapa game buatannya.

NextFloor memiliki denda sebesar US$ 4.600 atau Rp, 63 jutaan dan Netmarble sebesar US$ 55.000 atau Rp, 756 juta. Sedangkan, sisanya disediakan oleh Nexon sebesar US$ 875.000 atau Rp, 12 Miliar, terutama untuk penanganan game Sudden Attack.

Korea Herald melalui situs DOT eSport melaporkan, Nexon sempat mengiklankan loot boxes untuk event di salah satu game mereka, yaitu Sudden Attack. Dalam event tersebut, Nexon menawarkan dua dari 16 potongan puzzle seharga US$ 0.85. Apabila pemain berhasil melengkapi puzzle, maka berhak memperoleh bonus dalam game.

Komisi Perdagangan Korea sempat berpendapat bahwa masing-masing pemain mendapatkan bagian yang sama. Mereka juga menyoroti kasus salah satu pemain, yang menghabiskan US$ 430 untuk mendapatkan berbagai potongan puzzle.

 

 

SIMAK JUGA BERITA SEPUTAR GAME LAINNYA DI GAMEHUBS.COM

Christa Adventa
Tentang Penulis
A nerdy alien who is having an interest in indie games, retro games, Nintendo, and cute stuffs. I will try to play horror games someday. Yay!
Comments
We need a new party member